Banyak Oknum Bertransaksi Narkoba di Areal Kampus

MANOKWARI, PB News – Maraknya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di Kota Manokwari, perlu disikapi serius oleh seluruh elemen masyarakat karena dapat memberikan pengaruh buruk terhadap masa depan generasi muda.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Hendrik Arwam, mengakui, ada sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab kerap melakukan transaksi narkoba di lingkungan kampus, ketika aktivitas perkuliahan usai. Biasanya para oknum tersebut menggunakan kendaraan roda dua maupun empat untuk bertransaksi.

“Diduga oknum lainya yang ingin mencoba masukan barang haram areal  halaman kampus. Oknum itu biasanya melakukan transaksi ganja di malam hari ketika mahasiswa sudah tidak berada di Kampus Unipa,” kata Hendrik kepada Papua Barat News, Kamis ( 15/3/2018).

Dirinya pun menegaskan, pihak kampus tidak akan memberikan toleransi terhadap mahasiswa yang telah terkontaminasi dengan persoalan Narkoba. Sesuai dengan regulasi  internal perguruan tinggi, apabila ada mahasiswa yang terjerat hukum dengan masalah tersebut maka dikenakan sanksi tegas berupa pengeluaran.

“Saya tegaskan kepada seluruh mahasiswa di Unipa Manokwari yang terlibat mengedar dan mengkonsumsi narkoba akan diberikan saksi bisa dikeluarkan dari Kampus. Kita mengikuti peraturan Menteri Perguruan Tinggi,” tegas Hendrik.

Hendrik menjelaskan, sebagai generasi berintelektual tinggi para mahasiswa harus bisa mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dari dunia pendidikan untuk mendorong pembangunan daerah, bukan sebaliknya menjerumuskan diri dalam pergaulan bebas yang tidak memilik nilai manfaat di masa depan.

“Mahasiswa Unipa Manokwari harus bersih dari narkoba. Akibat narkoba bisa dijerat oleh hukum, kalian sendiri nantinya akan merugikan orang tua dan diri sendiri. Saya minta agar mahasiswa jangan mengunakan narkoba,” tutur dia.

Disinggung soal pemberitaan di media massa terkait penangkapan oknum mahasiswa Unipa, Hendrik memaparkan, pihak kampus telah melayangkan surat kepada kepolisian guna memastikan apakah oknum yang ditangkap merupakan mahasiswa Unipa. Namun, kepolisian belum memberikan jawaban. Karena, dikhawatirkan ada pengakuan oknum yang tersandung masalah mengatasnamakan lembaga pendidikan tersebut.

“Sudah menyurat  ke kepolisan, namun belum dijawab. Kita minta bukti surat apakah itu betul mahasiswa Unipa atau bukan. Jangan sampai orang lain ditangkap dan mengaku mahasiswa Unipa.Kita perlu bukti fisiknya dari pihak kepolisian,” terang dia.

Dia menerangkan, dasar permintan bukti fisik surat dari kepolisian itu menjadi dasar pengambilan sanksi dari akademik terhadap mahasiswa yang terjerat narkoba.

“Kita tidak bisa mengeluarkan mahasiswa tanpa alat bukti yang kuat. Jika tidak memiliki bukti sebagai kekuatan hukum pengambilan keputusan, kampus bisa dituntut oleh mahasiswa itu,” kata dia.

Hendrik mengimbau kepada seluruh mahasiswa Unipa Manokwari, lebih mengedepankan pergaulan positif dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan bangsa.

“Jauhi narkoba, karena mahasiswa adalah generasi penerus bangas yang nantinya akan membangun daerah Papua Barat,” pungkas Hendrik. (PB14)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: