Pekan Depan Penyidik Panggil Kadis PUPR Teluk Bintuni

MANOKWARI, PB News – Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Papua Barat Kombes Pol. Budi Santosa mengatakan, pekan depan penyidik akan memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kadis PUPR) Kabupaten Teluk Bintuni untuk menggali keterangan sehubungan pengungkapan dugaan ilegal logging atau penebangan hutan secara ilegal di kawasan hutan lindung Kampung Wesiri, Kabupaten Teluk Bintuni.

“Terkait kasus dugaan ilegal logging di di Kilometer 14 Taroy di Kampung Wesiri Kawasan Hutan Kabupaten Teluk Bintuni, kami sudah menjadwalkan pemanggilan terhadap Kadis PUPR Teluk Bintuni untuk dimintai keterangannya. Pemeriksaan dijadwalkan pekan depan, pada tanggal 27 Maret 2018,” ujar Budi Santosa kepada awak media di Mapolda Papua Barat, Kamis (22/3).

Dia menjelaskan, keterangan Kadis PUPR Teluk Bintuni sebagai instansi teknis yang bertugas mengawasi dan memperhatikan pelaksanaan pekerjaan jalan di area hutan tersebut sangat diperlukan.

“Sejumlah saksi sudah dihadirkan dan dimintai keterangan, salah satunya adalah Direktur PT Nur Hasanah Karya Abadi bernisial HP. Kami masih terus mengembangkan kasus ini karena itu masih akan meminta keterangan beberapa saksi lagi. Termasuk menghadirkan dan meminta keterangan dari Kepala Dinas PUPR Bintuni,” ungkapnya.

Budi Santosa berharap, keterangan yang diperoleh dari para saksi, penyidik dibantu untuk melakukan gelar perkara dan menetapkan tersangka atas kasus ilegal logging ini.

“Dari hasil pemeriksaan saksi kunci, kami segera akan melakukan gelar perkara. Pada saat itu saya akan membeberkan insial tersangka. Jadi mari kita kawal kasus ini sesuai tupoksi dan aturan yang berlaku,” jelas Budi Santosa kepada awak media.

Budi juga mengaku, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Gakum BKSDA. Dari hasil pengecekan di titik koordinat lokasi penebangan ternyata itu masuk dalam kawasan hutan lindung Kabupaten Teluk Bintuni.

Seperti diberitakan Koran ini sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus  Polda Papua Barat berhasil mengungkap dugaan pembalakan liar di Km 14 Taroi di Kampung Wesiri Kawasan Hutan Lindung Kabupaten Teluk Bintuni.

Diduga kuat pembalakan liar di Bintuni ini memanfaatkan pembangunan jalan menuju Kampung Taroi sejak September 2017 hingga terungkap 12 Februari 2018.

Polisi juga menemukan jalan alat berat yang melakukan penebangan  kayu jenis merbau. Barang bukti yang diamankan penyidik di lokasi pembangunan jalan diantaranya 5 unit dump truk, 1 truk, 2 unit alat berat axcavator miliki PT Nur Hasanah Karya Abadi.

Sedangkan di lokasi industri kayu PT Kharisma Candra Kencana, polisi menyita 132 palet kayu olahan panjang 4 meter, 92 palet kayu olahan panjang campuran, 17 barang kayu log panjang 4 meter, 3 batang kayu log panjang 3 meter dan 2 batang kayu log panjang 2 meter.

Sampai sejauh ini penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus ilegal logging ini, kendatipun sejumlah saksi sudah dimintai keterangan untuk pendalaman.

Diketahui, penebangan hutan tanpa izin dijerat dengan Pasal 82 ayat (3) huruf b UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan, jo to Pasal 78 ayat (5) UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, jo to Pasal 55 KUHP. (PB14)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: