Pelaku Jual Beli Kios di Pasar Wosi Harus Ditindak Tegas

Bukti kuitansi jual beli kios di Pasar Wosi Manokwari. Foto : Dok. PB News

MANOKWARI, PB News – Pemerintah Daerah (Pemda) Manokwari diminta segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum pedagang yang melakukan transaksi jual beli kios di Pasar Wosi seharga Rp210 juta pada Februari 2018, karena seluruh fasilitas di pasar tradisional merupakan aset milik pemda.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Manokwari, Yosak Saroi, menilai, kompleksitas polemik yang terjadi di Pasar Wosi menggambarkan kelemahan sistem tata kelola pasar tradisional. Kondisi itu menjadi celah maraknya aksi pungutan liar (Pungli) dan jual beli kios maupun los antar sesama pedagang.

Pihak pemda melalui instansi terkait, kata dia, perlu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ataupun penertiban penggunaan bangunan pasar secara intens dan terkontrol. Sebab, banyak pedagang mengeluhkan kurangnya perhatian serius dari instansi terkait dalam mengaplikasikan program revitalisasi pasar tradisional untuk mendongkrak daya saing dengan pasar moderen.

“Pemda harus ambil sikap tegas dalam penataan seluruh aktivitas di Pasar Wosi, ada banyak pedagang yang menggantungkan harapan di sana. Jangan hanya tarik retribusi saja, tapi atasi persoalan yang terjadi,” jelas dia, saat dikonfirmasi Papua Barat News, Kamis (22/2/2018).

Selain itu, dirinya mendorong agar Tim Sapu Bersih Pungli Polres Manokwari mengusut tuntas aksi pungli di Pasar Wosi.

“Saya meminta kepada Tim Saber Pungli supaya mengusut tuntas tindakan pungli yang terjadi di Pasar Wosi itu,” papar dia.

Secara terpisah, Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Manokwari, Rosita Watofa, mengaku tidak mengetahui adanya transaksi jual beli kios di Pasar Wosi. Namun, telah diinstruksikan oleh Bupati Kabupaten Manokwari kios ataupun los di Pasar Wosi tidak diperjualbelikan.

“Saya tidak tahu, tapi kalau memang transaksi itu ada maka yang jual dan beli semua kena sanksi. Itu bangunan pemda,” kata dia.

Untuk itu, tindakan jual beli kios yang dilakukan pedagang di Pasar Wosi akan dikonsultasikan kepada Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan.

Rosita menjelaskan, pengelolaan pasar selama ini tidak maksimal disebabkan belum adanya aturan tentang pengelolaan pasar secara jelas.

Perlu diketahui, transaksi jual beli kios di Pasar Wosi milik Pemerintah Kabupaten Manokwari dilakukan oleh H. Azis Laitung kepada La Yudi dengan harga Rp210 juta dilengkapi bukti kuitansi dan surat pernyataan pengalihan hak pakai kios. Transaksi itu disaksikan oleh mantan Ketua Asosiasi Pasar Wosi (Aspepasi) Abdul Hakim Karim bersama keempat orang lainnya yakni, Marlan, Abas, Samsiah, dan Ahmad Haerudin.

“Azis Laitung jual ke La Yudi harganya Rp210 juta, kios di pasar atas dekat terminal itu dijual Bulan Februari. Dari lima saksi itu, ada dia (Hakim,red) juga yang jadi saksi,” pungkas salah satu pedagang yang enggan namanya disebutkan.(PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: