Sang Ksatria Pelangi Datang Bawa Pesan Jaga Hutan Papua

MANOKWARI, PB News – Hari Senin (12/3), Kapal Greenpeace, Rainbow Warrior, tiba di Pelabuhan Manokwari. Kapal legendaris milik LSM Pemerhati Lingkungan Hidup Dunia (Greenpeace) ini akan melakukan perjalanan selama dua bulan dengan tajuk, “Jelajah Harmoni Nusantara,” dan singgah di sejumlah pulau di Indonesia, seperti Papua, Raja Ampat, Bali, Jakarta, dan Karimun Jawa (Semarang).

Ini kali kedua Rainbow Warrior mampir ke Indonesia. Pada Mei 2013, sebulan lamanya sang ksatria pelangi juga mengarungi laut nusantara, mengamati laut dan hutan, diawali dari Jayapura, Manokwari, Bali, Batang, berakhir di Jakarta.

Hampir 40 tahun kapal ini membawa misi dari sebuah legenda ‘saat bumi mengalami kerusakan, akan turun para ksatria pelangi yang akan memulihkannya.’ Semangat inilah yang selalu dibawa dalam pelayaran dari satu negara ke negara lain, satu pulau ke pulau lain.

Misi pelayaran kali ini berkaitan penjagaan hutan di Papua, kondisi udara, dan komitmen penggunaan energi terbarukan. Tema besar usungan kesatria pelangi terkait perubahan iklim dan kekuatan masyarakat (climate change and people power).

Rainbow Warrior dinakhodai oleh kapten perempuan bernama Hettie Geenen, dan membawa sekitar 20 awak kapal dari berbagai negara seperti Meksiko, Jerman, Belanda, dan termasuk Indonesia.

Rainbow Warrior akan menjelajahi lautan Indonesia dengan menjadikan Bumi Cendrawasih sebagai pintu masuk utamanya.

“Kami sangat senang berada di Manokwari setelah 6 hari berlayar dari Filipina. Ini merupakan hal yang menyenangkan untuk melihat tanah dan  hutan,” kata Kapten Hettie.

Tari Penjemputan mengiringi proses bersandar kapal legendaris tersebut ke Pelabuhan Manokwari. Para penari dari komunitas Iriantos menari di atas perahu, sebuah tarian yang sering disuguhkan untuk menyambut tamu yang baru menginjak Tanah Papua setelah perjalanan yang jauh.

Penyambutan semakin meriah, para kru kapal yang dipimpin Hettie satu persatu turun dari kapal melakukan ritual penyambutan kemudian menari bersama.

Utamakan Keseimbangan Lingkungan

Kehadiran kapal Greenpeace kali ini di Manokwari mendapat sambutan positif pemerintah Provinsi Papua Barat.

“Kami sangat senang dan mengapresiasi kedatangan rombongan kapal Rainbow Warrior di Manokwari Papua Barat. Selain ini menjadi salah satu kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Papua Barat, juga sebagai mitra kerja yang akan memberi masukan-masukan terhadap program pelestarian hutan di Papua Barat,” kata Wakil Gubernur Papua Barat, Muhamad Lakotani.

Dari kunjungan ini, diharapkan ada bahan masukan guna percepatan program-program konservasi di Papua Barat.

“Sebagaimana informasi bahwa Papua Barat ini sudah kami deklarasikan sebagai provinsi konservasi. Oleh karena itu segala pembangunan di Papua Barat akan mengedepankan pada aspek-aspek keberlangsungan lingkungan hidup,” ujar Lakotani.

Meski demikian ia menyebutkan, Pemprov Papua Barat tetap membuka ruang bagi investasi. Namun tetap memperhatikan secara teliti dan bijak aspek lingkungan. Sehingga seluruh proses analisis mengenai dampak lingkungaan (Amdal) tetap hadir dalam semua pembangunan rencana tata ruang wilayah (RTRW).

Terkait payung hukum tentang konservasi, ujar Lakotani, dalam waktu dekat akan segera ditetapkan. Sehingga pencanangan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi bisa lebih maksimal.

“Tekait investasi kami memang tidak membatasi sepanjang banyak memberi asas manfaat yang seimbang bagi kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.

Menjaga Hutan Papua

Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak mengatakan kunjungan Rainbow Warrior ke Papua sebagai persinggahan pertama merupakan komitmen Greenpeace dalam menjaga hutan Papua.

“Hutan Papua sangat krusial karena Indonesia berpartisipasi dalam Paris Agreement untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Leonard saat acara penyambutan.

“Saya rasa kita punya formulasinya. Di tanah Papua yang paling penting adalah hutan adat. Greenpeace selalu bekerjasama dengan masyarakat adat. Rainbow Warrior ini adalah sebagai wahana untuk berkolaborasi,” paparnya.

Sementara, Juru kampanye Greenpeace Indonesia Charles Tawarub mengungkapkan, tur Rainbow Warror kali ini dimaksudkan untuk menggali inspirasi dan menggaungkan aksi nyata penyelamatan lingkungan oleh masyrakat dalam mengembalikan  keseimbangan alam melalui hutan.

“Kali ini  Greenpeace  menampilkan  cerita keberhasilan  kampung Manggroholo dan Sira dalam mendapatkan hak pengelolahan hutan desa,” kata Charles.

Saat ini pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) terus mengejar target program Perhutanan Sosial sebesar 12,7 juta hektar dan telah mengeluarkann Peraturan Menteri LHK Nomor 83 tahun 2016 tentang Perhutanan sosial.

“Sebaiknya penerapan Hutan sosial untuk Papua berdasarkan skema batasan adat, karena hutan adat merupakan skenario yang paling cocok di Papua, sebab masyarakat telah tinggal  secara turun temurun dan secara harmoni mengandalkan hutan sebagai sumber makanan, obat-abatan, tempat tinggal dan kelangsungan hidup mereka” ujar Charles.

Menurutnya, kedatangan Rainbow Warrior kali ini kiranya mendorong Pemerintah dan tokoh masyarakat adat untuk duduk bersama memetakan masa depan hutan Papua agar tidak bernasib sama seperti hutan-hutan di Sumatera dan Kalimantan yang telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit serta areal pertambangan, yang mana praktik bisnisnya seringkali mengabaikan prinsip keberlanjutan dan merampas hak masyarakat dalam mengelola hutan.

Dirjen PSKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Suprianto mengatakan gerakan lingkungan harus terus disuarakan di Indonesia agar semakin meningkat.

“Untuk menyelamatkan hutan dan mempertahankan lingkungan di Indonesia dibutuhkan gerakan publik. Dan hari ini Greenpeace yang terdiri dari beberapa anggota dari berbagai negara di dunia, membantu menyuarakan gerakan publik di suarakan ke seluruh dunia dengan Rainbow Warrior,” kata Bambang.

Rainbow Warrior akan melanjutkan perjalanan ke Sorong dan Raja Ampat lalu ke Bali, ke Jakarta, dan perairan Laut Jawa selama seminggu untuk melakukan aktivitas dokumentasi lingkungan. Setelah itu, Rainbow Warrior akan meneruskan penjelajahannya ke Thailand. (PB14/PB8)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: