Seribu Lilin Tanda Duka Cita untuk Korban Bom Surabaya

MANOKWARI, PB News – Ribuan warga kota Manokwari, Papua Barat, menggelar aksi seribu lilin sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Surabaya khususnya keluarga dan korban serangan bom bunuh diri yang terjadi di sejumlah lokasi di Kota Pahlawan itu, pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5).

Aksi seribu lilin yang diprakarsai oleh Persekutuan Gereja Gereja Papua (PGGP) di Papua Barat itu tersebut dipusatkan di Lapangan Borarsi, Manokwari, Senin (14/5) malam. Aksi solidaritas yang disimbolkan dengan menyalakan lilin tersebut diikuti masyarakat dari berbagai kalangan.

Ketua PGGP PB, Pdt. Sherly Parinusa membacakan pernyataan sikap bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama di Manokwari. Mereka mengecam serangan bom bunuh diri dan turut berbela sungkawa terhadap para korban.

Pdt. Sherly lalu mengimbau seluruh masyarakat di Manokwari dan Papua Barat tidak terprovokasi dengan isu yang berkembang.

“Banyak berdoa, perkuat kebersamaan, kerukunan umat beragama di Manokwari dan jangan biarkan provokator berkuasa. Kita pulihkan Surabaya, kita pulihkan Indonesia dengan doa,” kata Pendeta Sherly.

Dia juga meminta pemerintah Indonesia serius dan tegas menangani permasalahan itu dengan tidak berkompromi terhadap aksi teror maupun kelompok radikal dan simpatisannya.

“Tindakan itu akan menunjukkan bahwa Indonesia tidak bisa dipermainkan karena Indonesia adalah bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika dan cinta damai,” tandasnya.

PGGP lalu menyerukan agar seluruh denominasi gereja di Manokwari menyumbang secara sukarela melalui gereja masing masing. Sumbangan itu akan dikirimkan ke tiga gereja di Surabaya.

Tak mudah terprovokasi

Secara terpisah, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan meminta masyarakat tetap tenang menghadapi situasi dan tidak mudah terprovokasi terkait aksi teror bom belakangan ini.

“Saya tetap berkoordinasi dengan Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII Kasuari. Mereka memperketat pengamanan baik di tempat keramaian, rumah-rumah ibadah maupun objek wisata,” kata Dominggus, Senin (14/5).

Gubernur juga mengingatkan untuk terus memperkuat dan memperkokoh iman, serta terus berdoa pada Tuhan agar bangsa dan negara tetap aman dan kondusif.

Gubernur juga mengajak masyarakat Papua Barat untuk saling menghargai perbedaan suku, ras, agama dan adat istiadat, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah umat dan bangsa.

“Pemerintah Provinsi Papua Barat sangat prihatin dan turut berduka cita atas penyerangan Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, pengeboman Gereja Surabaya dan ledakan bom di Polrestabes Surabaya,” ungkap Gubenur.

Gubernur juga berpesan agar masyarakat segera melapor ke kepolisian jika menemukan sesuatu yang dianggap mecurigakan, agar bisa segera diambil tindakan.

Senada dengan Gubernur Dominggus, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan mengingatkan warga Manokwari untuk selalu waspada dan ikut mengawasi lingkungannya masing-masing.

“Saya minta para ketua RW/RT memantau lingkungan masing-masing dan mengecek warganya. Kalau memang ada orang-orang yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kemanan untuk ditindaklanjuti,” tegas Bupati.

Menurut Demas, para ketua RT/RW dan kepala kampung harus berperan lebih aktif, tidak boleh bersikap apatis atau masa bodoh terhadap situasi lingkungannya.

“Penduduk yang baru datang harus ditanyakan tujuannya. Jangan sampai datang numpang tapi membuat kekacauan. Nanti kita susah semua,” tandas Bupati.

Perketat pengamanan

Sementara itu, Polda Papua Barat memperketat pengamanan di pos jaga pasca ledakan bom di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5).

“Perintah Kapolri, kita tingkatkan lagi kesiapsiagaan dan kewaspadaan, karena intensitas situasi di daerah lain seperti di Surabaya tidak kondusif akibat upaya menerebos dan ledakan bom bunuh diri,” ujar Karo Ops Polda Papua Barat, Kombes Pol Moch Sagi Dharma Adhyakta, Senin (14/5).

Pengamanan pos jaga kini menggunakan barikade kawat duri sebagai penghambat yang  dipasang di pintu masuk pos jaga. Masyarakat yang mengunjungi Mapolda Papua Barat juga diperiksa terlebih dahulu dari jarak sekitar 10 meter untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Perintah Kapolri kita tingkatkan lagi karena sel-sel tidur mulai bangun. Targetnya kepolisian dan kantor polisi,” bebernya.

Peningkatan pengamanan ini berlaku untuk seluruh jajaran Kepolisian di seluruh Indonesia. “Insiden itu bukan rekayasa, itu fakta. Makanya pengamanan ditingkatkan lagi,” tegasnya.

Dia lalu meminta masyarakat tetap tenang dalam kondisi saat ini. “Waspada dan siap siaga. Kita yakinkan bahwa Polri siap menjaga keamanan masyarakat,” tandasnya. (PB14/RED)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: