ARAB Adukan Mega Proyek JLW ke Kejati

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB) mengadukan pembangunan mega proyek Jalan Lingkar Waigeo (JLW) kepada jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat, Rabu (17/2/2021). Mega proyek APBN Tahun Anggaran 2013, 2014 dan 2015 itu, diduga menyalahi prosedur dan terindikasi dikorupsi.

Ketua Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) Raja Ampat, Yohan Sauyai menuturkan, bahwa kasus mega proyek JLW sebenarnya sempat berada ditataran tingkat nasional pada 2016 silam, yaitu berada dalam penanganan Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sayang, status hukum kasus tersebut tidak jelas hingga saat ini.

“Sampai sekarang perkembangan kasus JLW tidak jelas, dan tidak ada yang bertangungjawab atas itu, tenggelam. Untuk itu, kami laporkan JLW ke Kejati. Paling tidak Kejati bisa koordinasi dengan Polda, untuk memperjelas perkembangan penanganan kasus JLW,” kata Sauyai.

Sauyai mengungkap, bahwa kasus JLW merupakan satu poin penting yang menjadi konsen pengawalan masyarakat adat di Raja Ampat saat ini. Penanganan kasus tersebut diharapkan dapat tuntas seperti halnya kasus pengadaan dan pembangunan Septic Tank Individual yang menyeret Muchamad Nur Umlati, adik Bupati Raja Ampat Abdul Fariz Umlati.

Sementara, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Papua Barat Billy Wuisan mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut, tetapi proses yang dilakukan hanya akan sebatas koordinasi. Sebab, kasus JLW telah lebih dulu ditangani oleh penyidik Polda Papua Barat.

Dijelaskannya, sebuah lembaga penegakan hukum tak diperkenankan untuk menangani sebuah kasus korupsi dalam konteks yang sama. Apalagi telah dibuat Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kejaksaan Agung (Kejagung), KPK dan Polri dalam hal penanganan pemberantasan kasus tindak pidana korupsi.

“Kami hanya akan koordinasikan Laporan Pengaduan (Lapdu) itu kepada Polda, karena mereka yang sudah lebih dulu menangani. Intinya koordinasi saja dulu, kedepannya seperti apa itu kita belum tahu. Nantilah dilihat,” ujar Wuisan. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 18 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: