BNNP Papua Barat Gagalkan Bisnis Ganja 2 Kg

MANOKWARI, papuabaratnews.coUpaya penyelundupan narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) ke Provinsi Papua Barat masih terus terjadi. Pengawasan di pintu masuk pelabuhan udara dan laut perlu diperketat.

Setelah berhasil gagalkan transaksi sabu sebanyak 78,3 gram di awal tahun 2020, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat kembali membekuk seorang ibu rumah tangga yang menjadi kurir ganja dengan inisial VR (32).

Kepala BNNP Papua Barat, Brigadir Jenderal Setija Junianta, mengatakan, VR menjadi kurir ganja yang diambil dari PNG untuk diperdagangkan secara ilegal di wilayah Papua dan Papua Barat. Penyelundupan pertama dari Jayapura ke Sorong menggunakan transportasi laut, berhasil lolos. Aksi VR terus dipantau, hingga upaya penyelundupan kedua pada Senin (23/3/2020), berhasil digagalkan oleh Tim Berantas BNNP Papua Barat. VR ditangkap di dalam KM Labobar yang sedang berlabuh di Pelabuhan Manokwari sekitar pukul 16.00 wit.

“Tim Berantas telah berhasil mengungkap jaringan dengan barang bukti ganja sebanyak 2,64 kilogram, estimasi harga di pasaran itu mencapai Rp200 juta,” kata dia saat menggelar video confrence, Selasa (24/3/2020).

“Tapi kita akan dalami, apakah VR ini baru dua kali atau sudah lebih melakukan hal ini,” kata dia menambahkan.

Dia menerangkan, informasi adanya pengiriman paket yang berisi ganja dari Jayapura ke Sorong menggunakan KM Labobar diperoleh Tim Berantas sekitar pukul 14.00 wit. Tim pun bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan ketika KM Labobar tiba di Pelabuhan Manokwari.

“WR diamankan di atas kapal yang mau menuju Sorong,” kata dia.

Dari hasil penyelidikan tersebut, petugas menemukan barang bukti ganja yang telah dikemas dalam plastik bening siap edar dengan berbagai ukuran sebanyak 115 paket ganja kering. Barang bukti tersebut disimpan VR ke dalam tas koper dan tas ransel.

“Ada paket besar, sedang, kecil dan ada yang paling kecil. Semua paket ini siap edar,” terang Setija.

Dari hasil pemeriksaan, WR mengaku diberikan sejumlah uang dari jasa mengantar ganja. Upahnya telah diserahkan kepada sang suami yang juga mengetahui transaksi ganja tersebut, sehingga dapat dipastikan suami WR termasuk dalam jaringan peredaran ganja ini. Dalam aksi keduanya ini, WR belum menerima imbalan dan hanya menerima uang transportasi sebanyak Rp3 juta.

“Suaminya tahu dia (WR) antar ganja,” kata dia.

Atas perbuatan tersebut, VR dijerat Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 131 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

BNNP Papua Barat memastikan terus memburu para pelaku yang terlibat dalam sindikat peredaran ganja yang dapat merusak generasi muda di Papua Barat ini. (PB13)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: