Bom yang Ditemukan Warga Manokwari Masih Aktif

  • Daya ledak capai 550 meter

 

MANOKWARI, PB News – Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Papua Barat terhadap satu buah bom yang ditemukan oleh warga di Kabupaten Manokwari, dinyatakan masih dalam kondisi aktif. Bom itu memiliki serpihan fragmentasi atau jangkauan ledakan mencapai 550 meter.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Papua Barat, Kombes Semmy Ronny Thabaa, menerangkan, bom yang ditemukan oleh dua orang warga ketika sedang melakukan pekerjaan pembukaan lahan perumahan di daerah Sowi 2 pada Selasa (21/1/2020), sekitar pukul 15.00 wit, merupakan sisa peninggalan perang dunia II (UXO).

“Hasil identifikasi dengan cara pengambilan data lapangan dan perbandingan yang diambil dari data ORDATA, disimpulkan bom dalam kondisi aktif,” ujar dia melalui keterangan tertulis yang diterima Papua Barat News, Rabu (22/1/2020) malam.

Bom tersebut dibuat oleh United Kindom dengan jenis UK.BOM.500 LB GP.MK IV,V(5), berdiameter 198.12 mm, panjang 609 mm dan berat 103 Kg.

“Bahannya logam dengan isian pokoknya adalah TNT, berat isian pokok 64,65 Kg,” jelas Semmy.

Ia juga memperkirakan amunisi militer sisa perang dunia II yang terkubur di dalam tanah, masih banyak. Sebab, penemuan amunisi militer di Manokwari sudah terjadi beberapa kali. Akan tetapi, perkiraan itu perlu terlebih dahulu dilakukan penelitian.

“Kemungkinan sih bisa masih ada. Tapi tentunya kita harus ada data awal peristiwa yang lalu, namun yang pasti ini bukan kali pertama,” ucap dia.

Ia menerangkan, informasi adanya penemuan bom diperoleh setelah Kasat Intel Polres Manokwari Iptu Muhadi menghubungi Kabag Ops Satbrimob Polda Papua Barat AKP Burhan, sekitar pukul 19.31 wit.

Setelah memperoleh informasi dari AKP Burhan, ia langsung mengerahkan Tim Jibom menuju lokasi penemuan bom, sekitar pukul 20.15 wit untuk melakukan olah TKP yang kemudia melakukan evakuasi hasil temuan itu guna diidentifikasi lebih lanjut.

“Pukul 20.45 wit Tim Jibom Detasemen Gegana melakukan olah TKP,” terang Dansat.

Diberitakan sebelumnya oleh media ini, bom ditemukan oleh dua orang warga yakni Yery dan Andik. Keduanya sedang melakukan pekerjaan pembukaan lahan perumahan di daerah Sowi II, pada Selasa (21/1/2020). Sekitar pukul 15.00 wit, keduanya menemukan bom. Kemudian, bom itu dipindahkan ke arah belakang camp proyek.

“Pukul 17.00 wit kedua orang itu melaporkan penemuan bom ke pihak keamanan,” ujar Kasat Intel Polres Manokwari Iptu Muhadi.

Sebelum dilaporkan ke pihak keamanan, Yery sempat berniat menjual barang bukti tersebut ke penjual besi tua. Namun, niat tersebut dicegat oleh Andik karena mengetahui temuan itu merupakan bahan peledak.

“Mau jual ke besi tua tapi dilarang. Andik lalu melaporkan ke Babinsa bahwa mereka temukan bom, dan informasi itu diteruskan kepada kepolisian,” ujar Muhadi.

Ratusan amunisi artileri peninggalan perang dunia II juga ditemukan oleh warga di Kampung Mestip, Arfai Gunung, pada Sabtu 16 November 2019 lalu. Jumlah amunisi sekitar 226 buah, detonator ada 226 buah, selongsong sebanyak 10 buah dan 1 buah proyektil.

“Keseluruhan amunisi artileri terkubur dalam tanah ada 463 buah. Ketika warga menggali lubang septitank baru temukan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey.

Dia menerangkan, sekitar pukul 09.00 wit seorang pekerja bernama Dominus Weya bersama enam orang rekan kerjanya melakukan penggalian lubang septitank milik Mathius Towansiba. Namun, pada kedalaman 1,5 meter pekerja menemukan amunisi artileri dengan panjang 56 centimeter dan berdiameter 3,5 inci.

“Temuan pertama yang dikeluarkan itu ada 59 buah,” ucap Mathias.

Untuk memastikan, kata Kabid Humas, 10 anggota dari Tim Gegana melanjutkan penggalian dan sesuai dugaan ada ratusan amunisi masih terkubur di dalam lubang tersebut. Sekitar pukul 19.56 wit, 88 buah amunisi artileri kembali ditemukan. Dan pukul 21.29 wit, anggota Tim Gegana kembali melanjutkan penggalian sisa amunisi tersebut.

“Pukul 23.10 wit tim gegana berhasil mengangkat seluruh amunisi yang tertanam sekitar 79 buah bersama sejumlah detonator dan selongsong peluru lainnya,” kata dia.(FW)

[Berita ini sudah diterbitkan dalam versi cetak edisi Kamis 23 Januari 2020]

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: