Danpussenif TNI AD Kukuhkan 169 Prajurit Infanteri

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Kodiklat TNI AD, Letjen TNI Besar Harto Karyawan, diwakili Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Choirul Anam mengukuhkan prajurit infanteri Pendidikan Kejuruan Tamtama (Dikjurta) Abituren (lulusan) Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) di kawasan Pantai Abreso, Ransiki, Manokwari Selatan, Rabu (20/1/2021).

Upacara Penutupan Latihan Yudhawastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan 169 siswa Dikjurta Abuituren Dikmata Prajurit Karier TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2020 (OV) Kecabangan Infanteri Tahun Anggaran 2020 tersebut, dihadiri juga Bupati Mansel Markus Waran, Wadan Rindam XVIII/Kasuari Kolonel Kav Jala Argananto beserta staf, Dandim 1808/Mansel, Kapolres Mansel, dan sejumlah kepala distrik.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Inspektur Upacara Danrindam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Choirul Anam, Danpussenif TNI AD Letjen TNI Besar Harto Karyawan mengatakan, Latihan Yudhawastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari perjalanan hidup prajurit infanteri. Kegiatan ini bertujuan memupuk jiwa korsa dan korp infanteri.

Selain itu, Besar Harto Karyawan menegaskan bahwa Latihan Yudhawastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan sebagai upaya menumbuhkan nilai-nilai kejuangan para prajurit dalam rangka mengimplementasikan segala kemampuan yang dimiliki untuk menjadi prajurit infanteri yang handal dan selalu berhasil dalam setiap medan penugasan.

“Semboyan ‘Yudhawastu Pramuka’ mengandung arti sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran di darat. Sekaligus dalam rangka pelaksanaan tugas pokok infanteri dalam rangka mencari, mendekati, dan menghancurkan musuh,” kata Besar.

Besar menegaskan, adanya kebijakan untuk melaksanakan sistem kerja dalam tatanan normal baru di lingkungan TNI AD yang diakibatlan pandemi Covid-19, diharapkan tidak mengurangi esensi latihan dan nilai-nilai tradisi.

“Karena itu, dengan telah disahkannya penggunaan baret infanteri ini para prajurit dituntut untuk menjaga dan terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan fisik, serta kebanggaan tinggi terhadap kecabangan infanteri,” jelas Besar.

Danpussenif Kodiklat TNI AD juga mengharapkan para prajurit infanteri setelah ditempatkan di satuan baru untuk meningkatkan iman dan takwa, selalu berpegang teguh pada sumpah prajurit, sapta marga, dan delapan wajib TNI.

Selain itu, para prajurit diingatkan untuk tak bosan untuk mengembangkan diri dengan wawasan dan pengetahuan, serta waspada dalam setiap tindakan yang akan dilakukan. (RLS/PB1)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 21 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: