Dua Pekan Diautopsi, Hasil Labfor Belum Keluar

MANOKWARI, papuabaratnews.coPihak Kepolisian Resor (Polres) Manokwari mengaku, hasil autopsi terhadap jenasah Sumiati Simunallang, seorang honorer Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari yang ditemukan tewas pada  Sabtu (7/3/2020) lalu, hingga kini belum dikeluarkan oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan. Padahal, proses autopsi sudah digelar dua pekan lalu yakni Senin (9/3/2020).

Kepala Polres Manokwari melalui Kasat Reskrim AKP Musa Jedi Permana, saat dikonfirmasi Papua Barat News melalui WhatsApp, Senin (23/3/2020), mengatakan, kemungkinan hasil autopsi belum dikirim lantaran adanya penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) telah menimbulkan sejumlah aktivitas perkantoran terhenti.

“Saya belum terima suratnya, karena Covid-19 membatasi pertemuan dengan orang lain. Petugas yang kemarin datang juga lagi nangani penemuan bayi di sana (Makassar, red),” ujar Musa.

Jumlah saksi yang telah diminta keterangan ada 10 orang. Kemungkinan, jumlah saksi ini akan bertambah untuk membantu pihak kepolisian mengungkap misteri kematian Sumiati. Polisi juga sudah mengantongi identitas pelaku yang diduga kuat sebagai aktor pembunuhan terhadap korban. Sayangya, Musa tidak merincikan insial pelaku tersebut.

“Sudah dikantongi, baru satu orang. Kalau saksi inti tidak ada, tapi kemungkinan masih ada saksi yang diperiksa lagi,” tutur dia.

Perlu diketahui, informasi kehilangan Sumiati Simunallang sempat beredar di media sosial sejak Selasa (3/3/2020). Setelah empat hari, korban ditemukan tak bernyawa di daerah Sowi Gunung, pada Senin (7/3/2020), sekitar pukul 17.00 wit. Tak jauh dari lokasi kejadian, terparkir kendaraan roda dua yang diketahui milik korban. Jasad Sumiati dievakuasi ke RSUD Manokwari sekitar pukul 19.47 wit untuk dilakukan visum.

Untuk mengungkap misteri kematian Sumiati Simunallang, pihak kepolisian mendatangkan dr Denny Mateus salah satu spesialis forensik dari Biddokes Polda Sulawesi Selatan. Proses autopsi jenasah Sumiati dilakukan di RS Bhayangkara Lodewick Mandacan Polda Papua Barat kurang lebih empat jam.

AKP Musa menuturkan, hasil autopsi akan dibawa ke Laboratorium Forensik Polda Sulawesi Selatan di Makassar dan hasil tertulis akan keluar dua pekan mendatang. Dari hasil autopsi, dapat diketahui penyebab luka yang terdapat di sekujur tubuh korban. Selama menunggu hasil autopsi, tahapan penyelidikan tetap dijalankan agar dapat mengungkap misteri kematian Sumiati.

“Na, dari hasil labfor itu barulah diketahui penyebab kematian korban,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Polres Manokwari AKBP Deddy Foury Millewa, menuturkan, saksi yang diperiksa sudah mencapai 10 orang. Akan tetapi, polisi belum memastikan penyebab kematian Sumiati lantaran hasil labfor belum dikirim secara tertulis dari Makassar.

“Untuk pembuktian, kita tunggu hasil labfor,” kata dia. (PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: