Dugaan Pemukulan Siswa Diselesaikan Secara Kekeluargaan

MANOKWARI, PB News – Polres Manokwari melalui Bimbingan Masyarakat (Binmas) melakukan mediasi terkait kasus dugaan pemukulan terhadap siswa SD Mansinam Distrik Manokwari Timur berinisial ER.

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, SIK MH melalui Kasat Binmas, Iptu Subiyanto SH mengatakan, pihaknya hanya menfasilitasi untuk menyelesaian kasus dugaan pemukulan itu atas permintaan keluarga korban, mengingat antara korban dan pelaku masih ada hubungan keluarga.

Atas petunjuk dari Kapolres, ujar Subiyanto, kami melakukan mediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Mediasi yang mana dihadiri oleh pihak keluarga korban dan kepala sekolah.

“Supaya peristiwa tidak terjadi,  saya minta dalam waktu dekat dikumpulkan seluruh komite sekolah, guru dan orang tua untuk memberikan pemahaman,” kata Subiyanto kepada wartawan, Jumat (10/3).

Ketua DAS Suku Doreri Jairus Rumfabe,  menjelaskan berapa hari lalu, pihak keluarga korban bertemu dengan dirinya, mereka meminta agar kasus yang menimpa anaknya diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya minta keluarga korban untuk menyelesaikan masalah ini di Binmas Polres Manokwari. Pihak keluarga korban akhirnya setuju untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan secara adat juga sudah diselesaikan,” ungkapnya.

Hasil mediasi itu, oknum guru tersebut sudah membuat surat peryataan resmi yang menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengulangi perbuatanya itu.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Ipres Pulau Mansinam, Benyamin Asaribab mengatakan, tugas seorang guru adalah mendidik dan membina murid- muridnya.

“Waktu itu, Senin SR lagi bertugas mengecek para siswa. Sebelumnya, kami sudah igatkan anak-anak masalah disiplin. Oknum guru memberikan perigatan akibatnya terjadi pemukulan yang tidak disegaja, yang mengakibatkan korban luka dan mengeluarkan darah,” tuturnya.

Dia juga menyesalkan, foto korban yang disiarkan di media sosial facebook. Menurutnya, masalah internal seharusnya tidak boleh diberitakan di facebook.

“Sebelumnya saya sudah melakukan koordinasi supaya persoalan ini tidak melebar. Karena itu kami terkejut  begitu tahu foto korban sudah ada di media sosial,” ujarnya.

Dijelaskannya, peristiwa hari itu sebenarnya tidak disegaja, karena guru hanya melaksanakan tugasnya untuk mendidik dan membina murid.

“Hanya saja, saat melaksankan tugas oknum gurumemegang rotan dan mengarahkan rotan ke kening anak itu dengan maksud menunjuk, tetapi karena anak ini menghindar dengan menggeserkan kepalanya akhirnya ujung rotan tergores di pelipis mata sampai keluar darah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Benyamin menegaskan, pihaknya menjamin kejadian serupa tidak akan terulang kembali di SD Pulau Mansinam.

“Ini jadi pengalaman dan pembelajaran bagi kita semua, agar kedepan kasus semacam ini tidak terulang di kemudian hari,” pungkasnya. (PB14)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: