Jumat, Tersangka Pembunuh Anggota Brimob Disidangkan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Frans Aisnak dan Pontius Wakom, tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap anggota Brimob Kompi 3 Batalyon A Pelopor, Briptu Anumerta Mesak Viktor Pulung, akan mulai menjalani persidangan kasusnya di Pengadilan Negeri Manokwari pada Jumat 4 September mendatang.

Dijadwalkan, sidang perdana mulai digelar pukul 09.00 WIT dengan agenda pembacaan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Sidang tersebut akan diketuai oleh Ketua majelis hakim Sonny A.B Laoemoery dibantu Behind Jefri Tulak dan Akhmad sebagai hakim anggota, dan Veronica Angwarmase selaku Panitera Pengganti.

“Sudah ditetapkan, jadwal sidangnya berlangsung hari jumat dengan agenda pembacaan surat dakwaan jaksa penuntut umum,” kata Humas Pengadilan Negeri Manokwari Rodesman Aryanto saat dikonfirmasi Papua Barat News via phonsel, Rabu (2/9/2020).

Sebelumnya, Frans Aisnak dan Pontius Wakom telah dilimpahkan oleh penyidik Polres Teluk Bintuni kepada Jaksa Penuntut umum Kejaksaan Teluk Bintuni pada pertengahan Agustus 2020. Proses pelimpaham tersebut berlangsung di Markas Polda Papua Barat yang disaksikan oleh Yan Christian Warinussy selaku penasehat hukum.

Dalam kasus ini, keduanya disangkakan melanggar Pasal 338 KUHPidana dan Pasal 340 KUHPidana jo Pasal 55 ayat (1)-1 KUHPidana, dengan ancaman hukum pidana penjara paling lama 15 tahun atau seumur hidup, atau pidana hukuman mati.

Pembunuhan terhadap Briptu Anumerta Mesak Viktor Pulung tersebut terjadi pada 15 April 2020. Ia dieksekusi saat sedang beristirahat dalam kamarnya di sebuah pos penjagaan milik PT. Wana Galang Utama (WGU), sebuah perusahaan kayu yang beroperasi di Kampung Rawara Pantai, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni.

Motif dari pembunuhan berencana tersebut, ialah merampas senjata api milik korban. Dimana sepucuk AK-101 dan satu magasen berpeluru kaliber kal 5,56 x 45 mm tidak ditemukan di tempat kejadian.

Pelaku dalam pembunuhan berencana ini sedikitnya melibatkan tujuh orang, namun lima diantaranya yakni YA, MA, IO, TA dan AF masih dalam pengejaran. Mereka telah dimuat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sebagai buronan Polda Papua Barat, paling dicari. (PB13)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 3 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: