Kejati Papua Barat Periksa 10 Saksi

  • Dugaan KORUPSI Dinas Perumahan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat sedikitnya telah memeriksa 10 orang sebagai saksi, dalam kasus dugaan korupsi dana pembangunan perumahan permukiman pada Dinas Perumahan Papua Barat Tahun Anggaran 2015, 2016 dan 2017 senilai Rp29 miliar.

“Masih tahap pemeriksaan. Kemarin kita baru periksa dua orang, masih sebagai saksi. Jadi sejauh ini sudah ada 10 orang yang diperiksa, belum termasuk ahli,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua Barat Syafiruddin melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Billy Wuisan kepada Papua Barat News, Kamis (10/9/2020).

Ditemui di ruang kerjanya, Wuisan menerangkan, bahwa para saksi yang telah menjalani pemeriksaan itu, terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga pihak swasta atau kontraktor pelaksana. Dalam waktu dekat, akan dilakukan pemanggilan saksi terkait lain guna jalani pemeriksaan.

Dijelaskannya, berdasarkan audit Inspektorat Papua Barat, terdapat kerugian senilai Rp1,8 miliar untuk tahun 2015. Sedangkan, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Papua Barat, total kerugian mencapai Rp4.112 miliar untuk tiga tahun anggaran.

“Sementara total kerugian mencapai Rp4.112 miliar, itu berdasarkan hasil audit investigasi BPKP perwakilan Papua Barat,” ujar Wuisan. “Belum ada yang kita tetapkan sebagai tersangka, semuanya masih tahap pemeriksaan saksi,” katanya lagi. (PB13)

***Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 11 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: