Korupsi Kesbangpol Mansel, Bendahara Kegiatan Bakal Jadi Tersangka

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Sejak September 2020, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari telah melakukan kembali penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah Keagamaan pada Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel). Namun, hingga memasuki minggu ke dua Tahun 2021, belum juga ada yang ditetapkan tersangka.

“Seperti yang sudah saya ungkap sebelumnya, kasus dugaan korupsi dana hibah Keagamaan pada Kesbangpol Mansel itu, tunggu tanggal mainnya saja. Tersangkanya sudah ada, tinggal kita tetapkan. Kapan itu? Tunggu tanggal mainnya,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Manokwari I Made Pasek Budiawan kepada Papua Barat News.

Ditemui di ruang kerjanya, Pasek menegaskan, bahwa kasus tersebut tidak bisa lagi ditarik kembali ke APIP. Sebab, pihaknya telah memberikan waktu selama 60 hari kepada terduga pelaku untuk mengembalikan kerugian. Parahnya lagi, terduga pelaku berinisial PS bahkan enggan menjawab panggilan penyidik.

“Sudah menjadi perintah pimpinan agar kasus ini diteruskan. Kenapa,? Karena selain berbohong, PS juga tidak menunjukan itikad baik. Untuk itu, mau tidak mau, suka tidak suka, perkaranya harus tetap jalan,” kata Pasek.

Dijelaskannya, dana hibah pada Kesbangpol Mansel senilai Rp720 juta, diduga melibatkan PS selaku Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai bendahara kegiatan, PS menggunakan dana hibah tersebut untuk kepentingan pribadinya. Dugaan ini didasari atas penerimaan, dimana PS membuku rekeningkan penerimaan dalam tabungan pribadinya.

Selain itu, PS diketahui pernah melakukan lima kali pencairan secara bertahap, tanpa sepengetahuan pemberi hibah. Uang yang dicairkan pun tidak dipergunakan bukan untuk kegiatan forum keagamaan, sebagaimana yang dimaksud oleh pemberi hibah.

“Jadi sudah jelas seperti apa alurnya. Sudah pernah kita koordinasi dengan APIP Mansel, sudah kita jelaskan duduk perkaranya, tetapi PS tak merespon. Pokoknya, untuk kasus itu, tunggu saja tanggal mainnya,” kata Pasek.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, diketahui bahwa dana senilai Rp720 juta pada Kesbangpol Mansel itu merupakan hibah tahun 2017 dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Dana tersebut dikhususkan bagi kegiatan FKUB bersama mitra untuk kegiatan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (Timdu PKS) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Senin 11 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: