Lakukan Aborsi, Sartika dan Yuli Dituntut Satu Tahun Penjara

SORONG, PB News – Melakukan tindak pidana aborsi, pasangan muda-mudi ini, Sartika Lumbanraja dan Yulianto Frengky Wijaya dituntut 1 tahun 6 bulan penjara, denda 200 juta, subsidair 4 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum, Henry Siahaan, SH.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa pengganti I Putu Sastra Adhi Wicaksana, SH pada persidangan Selasa kemari  di Pengadilan Negeri Sorong.

Di dalam surat tuntutannya Henry, perbuatan yang dilakukan Sartika Lumbanraja dan Yulianto Frenky Wijaya melanggar pasal 77A ayat 1 jo pasal 45A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 57 KUHP.

Mendengar tuntutan jaksa, kedua terdakwa yang tidak didampingi penasehat hukumnya ini mengaku menyesal sembari meneteskan air mata.

Usai memohon keringanan hukuman, majelis hakim yang dipimpin Dinar Pakpahan, SH., MH menunda persidangan hingga Selasa pekan depan dengan agenda putusan.

Perbuatan aborsi yang dilakukan mantan karyawan kelapa sawit ini terjadi di bulan Januari 2018 lalu.

Ketika itu terdakwa Sartika Lumbanraja hamil seusai berhubungan badan dengan kekasihnya yang tak lain Yulianto Frengky Wijaya. Kemudian keduanya mencoba menggugurkannya dengan menggunakan obat gastrul yang di dapatkan dari dua terdakwa lainnya yaitu Asriani dan Maya Tamaela.

Bukannya tersimpan rapat perbuatan tidak manusiawi tersebut, keduanya malah menjalani proses hukum.

Sementara itu, dua terdakwa lainnya yang membantu Satika Lumbanraja dan Yulianto Frengky Wijaya, Asriani dan Maya Tamaela di ruang sidang terpisah dituntut 1 tahun 2 bulan penjara, denda 200 juta, subsidair 2 bulan kurungan oleh jaksa Henry Siahaan, SH yang dibacakan I Putu Sastra Adhi Wicaksana, SH.

Keduanya melanggar pasal 77A ayat 1 jo pasal 45A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 57 KUHP.

Terdakwa Asriani dan Maya Tamaela seketika memohon keringanan hukuman sembari menangis di hadapan hakim Ismail Wael, SH.

Sidang pun ditunda hingga Selasa mendatang dengan agenda putusan. (PB7)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: