Masyarakat Apresiasi Penahanan Tersangka Korupsi Septic Tank

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB) mengapresiasi kinerja jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat yang menetapkan Muchamad Nur Umlati sebagai tersangka, dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pembangunan Septic Tank Individual di Kabupaten Raja Ampat, tahun anggaran 2018 senilai Rp7.062 miliar.

“Disini kami juga sangat mendukung upaya Kejati Papua Barat, dalam menuntaskan kasus-kasus tindak pidana korupsi lainnya yang terjadi di Raja Ampat. Diduga masih ada kasus korupsi lain yang perlu penanganan Kejaksaan,” kata Ketua Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) Raja Ampat, Yohan Sauyai saat menyambangi kantor Kejati Papua Barat, Rabu siang (17/2/2021).

Sementara, Sekretaris ARAB Niko Ramandey mengungkap, bahwa penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejati Papua Barat ibarat “angin segar” bagi masyarakat adat setempat. Sebab, menurut Ramandey, proses penanganan kasus tindak pidana korupsi di wilayah berjuluk Pulau Bahari itu, selama ini “berjalan pincang”.

“Akhirnya, tersangka kasus septic tank Raja Ampat ditetapkan. Kami seperti mendapat angin segar, karena akhirnya ada titik cerah, ada harapan bagi kami (masyarakat) untuk perkara-perkara lain juga diselesaikan,” ujar Ramandey.

Disisi lain, Wakil Kepala Kejati Papua Barat Witono mengaku, bahwa pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi lainnya, pasti akan dituntaskan. Namun demikian, menurutnya, dalam mengungkap dan menuntaskan sebuah perkara, seyogianya dibutuhkan peran serta masyarakat.

Sebab, lanjut Witono, masyarakat yang lebih tahu jika terjadi penyimpangan pada sebuah pekerjaan fisik bangunan. Pintu Kejaksaan terbuka selalu, bagi masyarakat yang ingin mengadukan perihal indikasi dugaan tindak pidana korupsi.

“Butuh peran serta masyarakat karena kalian yang paling tahu fakta dilapangan. Jika dirasa ada penyimpangan, laporkanlah kepada kami disertai bukti akurat. Beri laporan bisa, asal miliki bukti. Jika tidak, itu sama halnya dengan fitnah,” kata Witono. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 18 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: