Melawan Saat Ditangkap, Resividis Kambuhan  Dihadiahi Timah Panas

MANOKWARI, PB News – Meski pernah mendekam di Lapas Kelas II B Manokwari atas kasus pencurian disertai kekerasan (Curas), namun hal itu rupanya tidak membuat FK alias Feri jera. Terbukti, ia kembali terlibat peristiwa yang pernah menjeratnya itu.

Warga Manokwari yang berdomisili di belakang Hotel Fajar Room itu kembali harus berurusan dengan kepolisian karena terbukti melakukan pemalakan dan perampasan uang serta handphone dari tangan siswa SMP belum lama ini.

Polisi terpaksa melakukan penembakan di bagian dada pelaku karena berusaha melawan petugas saat hendak diringkus.

Penembakan itu berujung pemalangan yang dilakukan sejumlah orang di ruas jalan dekat Fajar Room Hotel, Senin (27/8) kemarin. Pemalangan itu berlangsung hanya sekira 15 menit setelah Polisi yang tiba di TKP membongkar palang.

Kasat Reskrim Polsek Manokwari Kota, AKP Indro Rizkiadi dalam siaran persnya Senin (27/8) sore kemarin menerangkan, pelaku yang dihadiahi timah panas oleh anggota piket Polsek Kota setelah melakukan perlawanan dengan menyerang anggota menggunakan senjata tajam sejenis pisau saat hendak ditangkap.

Menurut Kasat, penangkapan FK itu berdasarkan laporkan korban yang HP-nya dirampas pelaku di seputaran Fajar Roon hotel. Saat itu, anggota piket yang mendatangi TKP, menemukan pelaku bersama tujuh rekannya tengah berpesta miras. Saat hendak diamankan, pelaku melakukan perlawanan dengab menggunakan senjata tajam.

“Saat penangkapan, kami sudah gunakan prosedur sesuai aturan. Sudah kita berikan tembakan peringatan, namun tetap melakukan perlawanan, sehingga dilumpuhkan,” ujar Kasat, lalu mengatakan pelaku ditembak di bagian dada kanan.

Pelaku juga merupakan DPO kasus perampasan kendaraan roda dua di Amban. Dia saat itu berhasil kabur dari rutan Polsek Amban pada 26 Agustus 2017. Sepanjang melarikan diri, pelaku juga melakukan beberapa aksi kejahatan.

“Ada 4 LP di kami. Semua atas nama pelaku, baik itu pencurian maupun perampasan,” bebernya.

Pelaku juga, lanjut Kasat, merupakan residivis kasus penganiayaan yang kabur dari Lapas Kelas IIB Manokwari pada pertangahan 2016.

“Untuk keterlibatan pelaku dengan sejumlah kasus lainnya ataupun komplotannya, nanti akan kami kembangkan lagi,” tuturnya.

Pelaku saat ini berada di salah satu rumah sakit di Manokwari pasca di lumpuhkan aparat.

“Untuk keterangan media nanti kita sampaikan setelah mendapatkan hasil visum. Yang jelas, kondisi pelaku saat ini sudah pulih,” tandasnya. (PB17)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: