Nasabah Arisan Papua Berbagi Tuntut kembali Uangnya

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Puluhan nasabah arisan Papua Berbagi kembali mendatangi kantornya yang beralamat di Kelurahan Wosi Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari, Sabtu (21/11/2020). Mereka menuntut pengembalian uang yang diinvestasikan, sekaligus meminta penjelasan Dian Daniella, pengelola utama pada investasi yang diduga bodong itu.

Pantauan Papua Barat News, puluhan warga yang didominasi ibu-ibu itu mulai memadati rumah warna orange bernomor 19 di kompleks Wosi Transito, sekitar Pukul 15.00 WIT. Mereka mendesak Dian Daniella selaku pengelola utama maupun penanggung jawab investasi tersebut, menemui mereka.

Sebab, mereka merasa ditipu dengan iming-iming profit atau bagi hasil yang dijanjikan. Dimana hingga beberapa bulan belakangan ini, bonus yang dijanjikan belum kunjung diberikan. Parahnya lagi, Dian Daniella secara sepihak menutup dan mengalihkan dana pada Arisan Papua Berbagi ke investasi jenis lain.

Selang beberapa jam kemudian, penanggung jawab investasi tersebut tiba dilokasi. Beberapa perwakilan dari pihak nasabah pun kemudian bertemu dengannya dan menuntut penjelasan terkait sikap pengelola yang menutup dan mengalihkan dana investasi nasabah itu.

Mediasi Polisi

Dari hasil pertemuan, kedua belah pihak sepakat melakukan proses mediasi di Mapolda Papua Barat. Dijadwalkan mediasi dilangsungkan hari ini, Senin (23/11/2020). Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan kehadiran. Perwakilan nasabah ditandatangani oleh Desni Saragih, sementara pihak investasi Arisan Papua Berbagi diteken sendiri oleh Dian Daniella.

Sebelumnya, Jumat (20/11/2020), ratusan nasabah Arisan Papua Berbagi telah mendatangi kantor tersebut, dengan maksud dan tujuan yang sama. Sayang, mereka tak menemui Dian Daniella karena sedang berada di luar kota.

Desni Saragih mengatakan, pihaknya hanya meminta pengembalian dana yang telah diinvestasikan, tidak termasuk profit. Namun, selain itu mereka juga meminta penjelasan pihak penyelenggara terkait permasalahan yang terjadi. Dimana letak kesalahan atau kegagalan instrumen investasi tersebut, sehingga harus ditutup secara sepihak

“Kami punya niat sebenarnya uang kami kembali. Sebagaimana yang dijanjikan, jika terjadi sesuatu modal awal akan dikembalikan. Itu yang kami pegang. Tetapi kenapa pengelola ini justru menghindar dan enggan memberikan kembali uang kami. Jangankan uang, penjelasan saja, tidak,” kata Desni kesal.

Sementara, Julio, nasabah lainnya, mengungkap, bahwa dia telah menginvestasikan uangnya sejak pertengahan 2019 lalu, dengan modal awal sebesar Rp25 juta. Sejak awal menginvestasikan uangnya, ada kemajuan progress seperti yang dijanjikan penyelenggara, tetapi beberapa bulan belakangan ini penyelenggara terkesan menghindar.

Julio bahkan mengaku geram dengan sikap penyelenggara. Parahnya lagi, saat modalnya yang kini telah berjumlah Rp320 juta diminta kembali, Ia justru kesulitan berkomunikasi dengan pihak penanggungjawab arisan tersebut.

“Saya hanya diputar-putar kesana kemari. Terkadang loss connect. Dan tiba-tiba arisan ditutup secara sepihak, tanpa pemberitahuan. Kalau investasi gagal, apa yang salah. Terus uang kami dimana,” tanya Julio. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 23 November 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: