Patroli Rutin Pulihkan Kondisi Manokwari

MANOKWARI, papuabaratnews.coKondisi ketertiban dan keamanan masyarakat di Kota Manokwari, semakin hari semakin kondusif. Meskipun masih ada sekolompok massa yang melakukan aksi unjuk rasa susulan, setelah 19 Agustus 2019 lalu. Aksi unjuk rasa tersebut tidak serta merta mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah setempat.

Kepala Polres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, mengatakan, patroli rutin akan terus dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pascakerusuhan yang terjadi dalam demonstrasi 19 Agustus lalu.

Selain itu, patroli tersebut pun bertujuan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Di beberapa titik jalanan dan sejumlah objek vital, tampak aparat bersenjata lengkap tampak melakukan pengamanan mulai dari pagi hingga malam hari.

“Patroli dilakukan rutin mulai paggi hingga malam. Kondisi Manokwari sudah tampak normal,” ujar dia kepada awak media, Sabtu (7/2019).

Adam pun mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Manokwari agar tetap menjalankan aktivitas mereka seperti sediakala. Selain itu, masyarakat diminta memfilter setiap informasi bernuansa provokasi yang berkembang di lapisan masyarakat. Peran serta para tokoh baik tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama diharapkan dalam mengembalikan kondisi Kabupaten Manokwari yang merupakan Kota Injil dapat berjalan sesuai harapan.

“Untuk memberikan rasa aman, tidak hanya tugas kepolisian semata tetapi juga tangggung jawab bersama,” ucap Adam.

Beberapa waktu lalu telah digelar pertemuan antara pemerintah daerah, aparat keamanan baik TNI maupun Polri dan para tokoh di Manokwari. Upaya tersebut merupakan rangkaian mengembalikan kondisi daerah, usai demonstrasi berujung rusuh.

Jali Halitopan, salah satu mahasiswa Papua yang terlibat aksi unjuk rasa menerangkan, aksi susulan tersebut akan terus dilakukan sampai keinginan massa menyerahkan aspirasi ke Gubernur selaku kepala daerah dapat dilakukan di alam terbuka. Unjuk rasa pun dijamin tidak akan ada tindakan anarkis seperti yang terjadi 19 Agustus lalu.

“Kami ingin ketemu Bapak Gubernur (Dominggus Mandacan, red) dan serahkan aspirasi kami. Kalau tidak kami akan terus lakukan aksi,” ujar dia.(PB14/PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: