Pembunuh Anggota Brimob Dijerat Pasal Berlapis

  • Penasehat hukum ajukan keberatan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Yan Christian Warinussy dan Thresje Juliantty Gasperzs, penasehat hukum para terdakwa perkara pembunuhan berencana terhadap anggota Brimob, akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas pasal berlapis yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bintuni kepada klien mereka.

Kasus pembunuhan berencana tersebut menyeret Frans Aisnak dan Pontius Wakom, sebagai terdakwa pembunuhan terhadap Briptu Anumerta Mesak Viktor Pulung, salah satu anggota Brimob Kompi 3 Batalyon A Pelopor, pada 15 April lalu di Kabupaten Teluk Bintuni.

Eksepsi akan diajukan menyusul pasal berlapis yang didakwakan Jaksa Penuntut Pieter Louw dan Ramli Amana dalam surat dakwaannya pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Manokwari, Jumat sore (4/9/2020). Sidang ini diketuai oleh Ketua majelis hakim Sonny A.B Laoemoery.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut, Frans Aisnak dan Pontius Wakom dijerat dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1)- 1 KUHP, Pasal 339 KUHP jo Pasal 55 ayat (1)- 1 KUHP, Pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat (1)-1  KUHP, dan/atau Pasal 365 ayat (4) KUHPidana.

“Klien kami, Frans Aisnak dan Pontius Wakom dijerat dengan empat pasal berlapis. Untuk itu kami akan ajukan eksepsi. Ketua majelis hakim sudah menetapkan, diagendakan sidang pekan depan adalah pembacaan eksepsi,” ujar Warinussy saat dikonfirmasi Papua Barat News, Selasa (8/9/2020).

Dalam dakwaan, Frans Aisnak dan Pontius Wakom dijerat dengan unsur pasal mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, yaitu korban Briptu Anumerta Mesak Viktor Pulung.

Dimana terdakwa Frans Aisnak dan Pontius Wakom bersama-sama dengan pelaku lain yang masih buron, yakni Yakobus Aisnak (DPO), Imanuel Aimau (DPO), Abraham Fatem (DPO), Thomas Muk (DPO), dan Martinus Aisnak (DPO), menyusun sebuah rencana untuk membunuh korban yang kala itu tengah tertidur di basecamp PT. Wana Galang Utama (WGU), sebuah perusahaan kayu yang beroperasi di Kampung Rawara Pantai, Distrik Moskona Barat.

Kejadian yang diduga berlangsung sekira Pukul 02:35 WIT itu, bermotif merampas Senjata Api (Senpi) tipe serbu otomatis milik korban, jenis AK – 101 lengkap magasen dan berpeluru. (PB13)

***Artikel ini Telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 9 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: