Polsek Sanggeng Terima 390 Laporan Dugaan Tindak Pidana

  • Perselingkuhan dan hubungan di bawah umur mendominasi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kepolisian Sektor (Polsek) Sanggeng menerima lebih dari 390 laporan terkait dugaan tindak pidana, sejak Januari hingga Juli 2020. Masalah perselingkuhan dan hubungan asmara anak di bawah umur ikut meramaikan daftar Laporan Polisi (LP).

“Sejak Juni sampai Agustus, banyak laporan masyarakat terkait perselingkuhan. Banyak juga anak-anak remaja yang dilaporkan tinggal serumah, kasarnya baku bawa begitu. Kita respon laporan itu, dan permasalahannya selesai secara kekeluargaan,” kata Kepala Kanit Reskrim Polsek Sanggeng, IPDA B. Gunawan kepada Papua Barat News, Kamis (28/8/2020).

Ditemui diruang kerjanya, Gunawan menerangkan, bahwa sementara ini kasus yang menonjol memang adalah masalah perselingkuhan dan masalah percintaan remaja atau anak seumuran tingkat sekolah menengah atas, yang diselesaikan melalui proses mediasi atau secara kekeluargaan.

Selain itu, sejumlah kasus penganiayaan dan pencurian kendaraan bermotor yang marak dilaporkan sejak April, juga diselesaikan secara kekeluargaan. Menurut Gunawan, keputusan mediasi hanya akan ditempuh apabila kasus yang dilaporkan itu masih bisa dimediasikan karena tidak berakibat fatal bagi korban ataupun pihak yang merasa dirugikan.

“Tidak semua laporan kita mediasikan, hanya yang tidak berakibat fatal saja dan masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Gunawan.

“Ada beberapa memang yang selesai melalui mediasi, mulai dari laporan perselingkuhan, asmara (pacaran) anak dibawah umur, dan penganiayaan,” katanya lagi.

Sementara, data Polsek Sanggeng sejak Januari hingga April, didominasi oleh laporan masyarakat terkait kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Sebagian kasus ini pun ada yang diselesaikan melalui mediasi, karena barang bukti sudah ditemukan atau dikembalikan kepada pemiliknya.

“Dari 390 laporan tindak pidana, lebih dari 200 laporan telah kita selesaikan. Pada awal tahun, laporan didominasi kasus Curas dan Curanmor,” ujar Gunawan. “Sebagian masih lidik karena pelaku belum diketahui, dan sebagian lagi sudah kita limpahkan ke Kejaksaan. Selebihnya, selesai melalui proses mediasi,” katanya lagi. (PB13)

** Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 28 Agustus 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: