Saksi Kasus Pil PCC di Sorong Dinilai Berikan Kesaksian Palsu

SORONG, PB News – Keterangan tiga saksi terdakwa Hendrik Sitorus, kasus pemasok  9.590 pil PCC di Sorong, dihadapan majelis hakim pada persidangan, Selasa (13/3) pekan lalu dinilai sebagai keterangan palsu oleh penyidik Polres Sorong.

Pasalnya atas keterangan ketiga saksi, Asep, Karmilasari (Luna) dan Putera pada persidangan sebelumnya, mengaku kalau ketiganya saat diperiksa mendapat perlakuan kasar dan tidak menyenagkan oleh Penyidik Polres Sorong.

Untuk mengkonfortir keterangan para saksi terdakwa, majelis hakim menghadirkan tiga saksi penyidik Polres Sorong dalam persidangan, Selasa (20/3).

Pengakuan para saksi dianggap cukup berani, sehingga penyidik menilai penyampaian keterangan yang disampaikan oleh saksi itu adalah keterangan palsu yang disampaikan dalam persidangan.

“Teman-teman wartawan bisa saksikan sendiri, bagaimana keterangan yang disampaikan oleh para saksi sangat bertolak belakang dengan bukti video yang kita putar dipersidangan tadi,” ujar Kasat Narkoba Polres Sorong, AKP. Fernando Saragih, usai sidang di PN Sorong, Selasa (20/3).

Keterangan ketiga saksi itu dianggap sebagai keterangan palsu, karena dapat dibuktikan dengan rekaman video pemeriksaan ketiga saksi oleh penyidik Polres Sorong dihadapan majelis hakim dalam persidangan, Selasa (20/3).

“Nyatanya pada saat pemeriksaan ketiga saksi, tidak ada intimidasi dan perlakuan kasar, pemeriksaan berjalan lancar sesuai prosedur, dan saksi juga mengaku tidak dibawa tekanan, bagaimana mungkin kami dibilang intimidasi, itu semua dapat dibuktikan,” tegasnya.

Sementara itu, Surya Jaya Panjaitan, Penasehat Hukum (PH) terdakwa kasus pemasok 9.590 pil PCC, Hendrik Sitorus, mengaku tidak pernah melihat penyidik mengintimidasi ketiga saksi.

Namun menurutnya, pengakuan ketiga saksi dalam sidang sebelumnya, mereka mengatakan kalau mendapat intimidasi dan perlakuan kasar dari penyidik kepolisian.

“Kawan-kawan media juga tadikan sama-sama melihat, yang saya minta saksi Putera ketika di BAP mereka sendiri (penyidik.red) mengatakan di BAP diruangan diberitakan teman-temannya kita lihat sendiri videonya dan saya sendiri janggal videonya kenapa dipotong, kenapa tidak utuh,” ungkap Surya Jaya Panjaitan.

Sidang dengan agenda konfrontir keterangan para saksi terdakwa oleh penyidik Polres Sorong, dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Sorong, Timotius Djemey, SH, sebagai Hakim Ketua dan Donald F Sopacua, SH serta Dinar Pakpahan SH, MH, sebagai Hakim Anggota.

Sidang kemudian kembali ditunda, sampai minggu depan, Senin 26 Maret 2018, masih dengan agenda mendengarkan kesaksian dari saksi tambahan yang dihadirkan oleh kuasa hukum terdakwa. (PB7)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: