Sat Narkoba Bekuk Dua Pengedar Sabu di Manokwari

MANOKWARI, papuabaratnews.co Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Manokwari berhasil membekuk dua tersangka pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Kedua tersangka itu berinisial SS alias S dan RMP alias T.

Kasat Narkoba Polres Manokwari Iptu Masudi mengatakan, tersangka SS diamankan oleh petugas pada 5 Januari 2021 sekitar pukul 10.00 WIT di Bandara Rendani. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti sebanyak empat paket sabu-sabu yang disimpan di dalam sepatu dengan berat bersih 1,8 gram.

“Tersangka ditangkap setelah turun dari pesawat dari Makassar,” kata Masudi saat menggelar konferensi pers, Senin (11/1/2021).

Dari hasil pemeriksaan, sambung Kasat Narkoba, tersangka SS mengaku ada rekannya bernama RMP yang juga terlibat dalam peredaran gelap narkotika dari Makassar ke Manokwari. Kemudian, pada 9 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 wit, Polisi kembali mengamankan tersangka RMP di Bandara Rendani Manokwari.

“BB dari tangan RMP kita amankan dua paket sabu dengan berat sekitar 10 gram,” jelas dia.

Selain BB sabu, polisi telah mengamankan peralatan jual beli sabu-sabu seperti alat timbang dan bong yang digunakan untuk mengisap sabu-sabu. Peralatan ini diamankan setelah polisi melakukan penggeledahan di rumah kos dari tersangka RMP.

“Modus mereka bawa sabu itu dimasukan dalam sendal. Penggeledahan di rumah kos juga kita temukan sendal yang sama,” tutur dia.

Iptu Masudi menuturkan, kedua tersangka merupakan target operasi kepolisian karena telah berulang kali mengedarkan sabu-sabu di Manokwari. Melihat kondisi peredaran sabu-sabu yang didatangkan dari Makassar, maka Sat Narkoba Polres Manokwari terus berkoordinasi dengan Sat Narkoba Polda Sulsel agar dapat mencekal pergerakan dari para pengedar ini.

“RMP ini target lama,” jelas dia.

Ia menjelaskan, tersangka SS dijerat Pasal 112 ayat 1 subsidier 127 ayat 1. Untuk tersangka RMP dijerat Pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2019.

“Proses sidik sedang dilakukan dan kedua tersangka ditahan 20 hari kedepan,” ucap dia.

2020, 15 kasus narkotika

Sat Narkoba Polres Manokwari melaporkan, selama tahun 2020 kasus penyalahgunaan narkotika yang telah ditangani sebanyak 15 kasus, terdiri dari 10 kasus narkotika jenis ganja dan lima kasus sabu-sabu.

Kasat Narkoba Polres Manokwari Iptu Masudi menjelaskan, jumlah barang bukti yang telah diamankan adalah 36,7 gram sabu-sabu dengan enam orang tersangka dan 67,5 gram ganja kering dengan 10 orang tersangka.

Selain narkotika, Sat Narkoba juga menangani 13 kasus penyelundupan minum keras tanpa izin dengan 13 tersangka.

“Sabu-sabu ini lebih banyak datang dari Makassar dan ganja didatangkan dari Jayapura,” jelas dia.

Ia menuturkan, para pengedar sabu-sabu kerap menggunakan jasa pengiriman udara. Sedangkan ganja, menggunakan transportasi laut.

“Dan modus pertama kali sabu-sabu yang pernah kita tangkap itu dimasukan dalam dubur,” terang dia.

Ia menilai, selama masa pandemi Covid-19 kasus penyalahgunaan narkotika justru meningkat. Hal ini diperkirakan pengedar merasa tertantang untuk menjalankan bisnis haram di tengah dunia lagi kesulitan.

Pihaknya memperoleh informasi peredaran ganja ini terbendung di Pelabuhan Jayapura. Sat Narkoba maupun Dit Narkoba Polda Papua beberapa kali melakukan penangkapan besar.

“Ada yang tiga kilogram dan hampir enam kilogram, jika itu tembus ke Papua Barat kami kesulitan. Karena kami juga masih kekurangan informan mendata pengedar atau bandar,” pungkas dia.(PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Selasa 12 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: