Sidang Terdakwa Sayang Mandabayan Kembali Digelar

MANOKWARI, papuabaratnews.co Sidang kasus dugaan makar yang menyeret mantan Ketua DPD Perindo Kota Sorong, Sayang Mandabayan sebagai terdakwa, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, pada Kamis (19/3/2020).

Dalam persidangan yang diketuai oleh Majelis Hakim Saptono, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Manokwari Benony A. Kombado menghadirkan seorang pria berinisial MT sebagai saksi.

MT menerangkan, selaku petugas Avsec Bandara Rendani Manokwari dirinya diinstruksikan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1612 dari Sorong menuju Manokwari. Pemeriksaan itu berkaitan dengan adanya informasi dari maskpaia bahwa ada lifevest (Pelampung keselamatan penumpang pesawat) hilang.

Setelah mendapat arahan dari pimpinan, lanjut dia, seluruh barang bawaan penumpang diperiksa satu persatu. MT pun terperangah setelah menemukan ribuan bendera bintang kejora berukuran kecil dari dalam koper milik penumpang atas nama Sayang Mandabayan.

“Pemeriksaan koper bawaan penumpang dilakukan secara tidak sengaja,” ujar MT di hadapan Majelis Hakim.

Penemuan bendera bintang kejora itu dilaporkan kepada pimpinan bandara. Selang beberapa jam, MT diminta keterangan oleh penyidik kepolisian terkait temuan bendera bintang kejora dari koper milik Sayang Mandabayan.

JPU Benony A. Kombado kepada awak media menjelaskan, MT merupakan saksi perdana yang hadir. Sebab, ada sejumlah saksi tak penuhi panggilan JPU untuk hadir memberikan keterangan dalam persidangan sebelumnya. Sidang tersebut akan dilanjutkan pada Selasa (2/4/2020), dengan agenda pemeriksaan saksi.

Perlu diketahui, Sayang Mandabayan ditangkap pihak Kepolisian di Bandara Rendani pada September 2019 karena kedapatan membawa 1.500 bendera bintang kejora ukuran 15 x 30 cm, tiga rim teks lagu FNMPP dan empat baju kaos bermotif penolakan rasisme. Barang bukti tersebut diduga kuat dibawa untuk kepentingan aksi demo damai di Manokwari.

Atas perbuatannya, Sayang Mandabayan ditahan dengan tuduhan perbuatan makar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Atas persoalan tersebut, Sayang Mandabayang pun dicopot dari jabatan Ketua DPD Perindo Kota Sorong.

JPU mendakwa Sayang Mandabaan dengan Pasal 106 KUHP jo Pasal 53 ayat (1) KUHP jo Pasal 160 KUHP jo Pasal 53 ayat (1) KUHP jo Pasal 110 KUHP jo Pasal 55 KUHPidana karena terlibat dalam aksi makar, pengahasutan dan pemufakatan jahat.

Diberitakan media ini sebelumnya, Majelis Hakim Faissal Kossah menunda persidangan akibat dari ketidakhadiran para saksi. JPU Benony A. Kombado menjelaskan, sedikitnya ada 15 orang yang dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Namun tak satu pun yang hadir.

“Padahal kami sudah menyurati mereka. 15 orang saksi tidak hadir dengan alasan yang berbeda-beda. Surat resmi yang kami terima dari Brimob, mereka tidak bisa hadir karena mendapat mutasi dan pendidikan,” ujar Kombado.

Eksepsi dari terdakwa Sayang Mandabayan pun telah ditolak oleh Majelis Hakim pada persidangan di PN Manokwari, Kamis (5/3/2020).

“Mengadili, satu menyatakan keberatan atas eksepsi penasehat hukum. Dua, memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara sampai pada putusan,” kata Ketua Majelis Hakim Faisal Kossah.(PB13)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: