Kepatuhan Peserta Membayar Iuran BPJS Meningkat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – BPJS Kesehatan Manokwari mengklaim kepatuhan membayar iuran oleh peserta selama semester pertama tahun 2021 di Papua Barat mengalami peningkatan. Hal itu berlaku untuk 3 kategori BPJS Kesehatan yaitu Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri, Badan Usaha dan Pemerintah.

Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari Agreivy PakasiĀ  mengatakan, kategori peserta mandiri kepatuhan peserta dalam membayar Iuran BPJS Kesehatan mencapai 61%. Capaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 1,15 % dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Meskipun tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan manfaat BPJS Kesehatan bagi diri dan keluarga mereka.

“Salah satu faktor yang mendukung peningkatan pembayaran karena kita sudah bekerjasama dengan agen pembayaran melalui Bank. Sehingga tidak perlu menyetor langsung ke kantor,” ujarnya.

Badan Usaha (BU) menjadi kategori yang paling membayarkan iuran BPJS selama tahun 2020. Dari data laporan yang dimiliki, seluruh BU berskala besar yang mempekerjakan banyak karyawan tidak mengalami peninggalan pembayaran. Pihaknya mencatat, penerimaan yang diperoleh dari iuran BU sebesar Rp 20 milyar.

“Capaian pembayaran iuran oleh Badan Usaha mencapai 100 persen. Kecuali yang kolaps atau yang tidak beroperasi selama pandemi,” kata dia.

Agreivy menjelaskan, untuk kategori pemerintah, saat ini masih sedang diolah. Kondisi pandemi Covid-19 yang melanda daerah mengakibatkan banyak anggaran pemerintah yang harus direalokasikan untuk kepentingan penanganan pandemi. Hal itu menjadi alasan pembayaran iuran BPJS mengalami sedikit kendala sehingga masih belum direalisasikan.

Dalam hai ini, dirinya mencontohkan Pemerintah Kabupaten Manokwari. Meskipun sudah ada janji dari Pemerintah untuk membayar tunggakan tahun sebelumnya, akan tetapi kini belum dibayar. Hal tersebut dikarenakan pos anggaran yang ditetapkan dalam APBD tidak mengakomodir piutang pemerintah kepada BPJS pada tahun sebelumnya.

“Jadi kita sudah mengirim surat kepada pemerintah. Hanya masih mengalami penunggakan pembayaran. Mudah-mudahan bulan ini bisa terbayar,” imbuhnya.

Menurut dia, salah satu kendala yang menyebabkan masyarakat menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan adalah karena masih banyak peserta yang belum mau diikutsertakan dalam program Auto Debit yang dicanangkan pemerintah. Program tersebut merupakan upaya yang dicanangkan pemerintah untuk menghindari berbagai macam risiko penunggakan pembayaran dan mempermudah proses pembayarannya. Caranya adalah dengan pembayaran otomatis secara autodebit dari saldo yang ada di bank.

“Kalau peserta tidak daftar Auto Debit bisa jadi mereka lupa atau malas membayar langsung. Tapi kalau dengan ikut Auto Debit, otomatis sudah terpotong dari rekening,” imbuhnya.

Dirinya berharap, peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan program tersebut. Karena dapat mengurangi resiko penunggakan dalam pembayaran iuran kesehatan di waktu-waktu mendatang. Selain itu, penggunaan fitur autodebit juga memudahkan pembayaran dilakukan tepat waktu tanpa harus mendatangi kantor BPJS Kesehatan.

“Kami berharap tahun ini sudah banyak peserta yang terdaftar Auto Debit ini,” pungkasnya. (PB25)

 

**Berita ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 17 Juni 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: