DBD di Manokwari Capai 13 Kasus

MANOKWARI, PB News – Terhitung sejak Januari sampai 23 Maret 2020, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Manokwari mencapai 13 kasus.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Mince Wilil, saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Manokwari, Selasa (24/3/2020).

Mince menuturkan, 13 kasus DBD tersebut teridentifikasi berasal dari beberapa Puskesmas di wilayah Manokwari yaitu Puskesmas Sanggeng, Puskesmas Amban, Puskesmas Wosi dan Puskesmas Sowi.

“Pada umumnya para penderita DBD ini berasal dari kategori usia dewasa. Sementara 1 orang yang masih balita, berusia 9 bulan. Mereka dirawat di RSUD Manokwari dan Rumah Sakit Angkatan Laut. Saat ini mereka sudah dinyatakan sembuh sehingga diperbolehkah pulang ke rumah,” ujar Mince.

Dia mengatakan bahwa dari sekian kasus yang ada, hanya satu kasus yang memenuhi kriteria untuk dilakukan pengasapan yaitu di Puskesmas Wosi.

“Pengasapan dilakukan untuk memutus mata rantai nyamuk dewasa,” terang dia.

Sejak awal tahun 2020, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari dihadapkan pada sejumlah kasus yang membutuhkan penanganan ekstra yaitu DBD dan Corona Virus Disease (Covid-19) yang telah menjadi pandemi. Akan tetapi segala upaya tetap dilakukan agar masyarakat tidak terserang dua penyakit ini.

“Memang kita sedang berperang melawan pandemi virus corona, tetapi kita juga tidak bisa menyepelekan DBD yang mengancam nyawa masyarakat kita,” tegasnya.

Sebagai upaya keseriusan dari Dinas Kesehatan Manokwari dalam menangani penyebaran jentik nyamuk penyebab DBD, kata dia, sosialisasi dan pengasapan di sejumlah titik rawan terus dilakukan.

“Kami juga memberikan abate serta melakukan kunjungan ke rumah-rumah penduduk,” demikian lanjut Mince.

Ia mengimbau kepada masyarakat tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar supaya terhindar dari penyakit yang mematikan tersebut.

“Segera bersihkan genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Air yang ditampung, jangan biarkan sampai beberapa hari, karena jentik nyamuk mudah berkembangbiak di tempat penampungan seperti itu,” pungkas dia. (PB25)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: