Konsep Karantina Terpusat Dinilai Lebih Efektif

MANOKWARI, PB News – Pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat, diharapkan segera menyiapkan lokasi khusus untuk dijadikan karantina terpusat. Konsep ini dinilai lebih efektif menekan laju penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) daripada metode karantina mandiri.
“Jangan isolasi mandiri, kita tidak bisa jamin itu,” ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Papua Barat AKBP dr Sariman, saat dikonfirmasi Papua Barat News, Rabu (21/5/2020).
Ia menjelaskan, ada tiga kategori karantina terpusat sesuai hasil tracking dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiga kategori itu adalah karantina Orang Tanpa Gejala (OTG), karantina Orang Dalam Pemantauan (PDP) dan karantina Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Area karantina tersebut, harus terintegrasi dan memiliki pengawasan secara ketat  selama menjalani proses karantina 14 hari.
“Kalau dikarantina di lokasi yang sudah ditentukan oleh Pemda akan ada pengawasan, dibanding karantina mandiri di rumah masing-masing,” ucap dia.
Dia melanjutkan, fasilitas dan protap di lokasi karantina terpusat harus mengacu pada standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Sehingga, kontak langsung antar sesama peserta karantina dan petugas medis mampu dicegah semaksimal mungkin.
Selama ini, kata dia, konsep karantina mandiri belum berjalan sesuai ekspektasi karena ada sejumlah kelemahan seperti tidak adanya kontrol langsung dari tim Gugus Tugas Covid-19 dan rendahnya kedisiplinan masyarakat mengisolasi diri.
“Tidak ada kontrol langsung dari petugas kesehatan. Kenyataannya selama isolasi mandiri banyak yang tidak efektif,” kata dia.

Dan, lanjut Sariman, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan Covid-19. Pemeriksaan swab terhadap pasien positif akan dilakukan sebanyak dua kali, sebelum pasien dinyatakan sembuh dari virus korona.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Taniap, menuturkan, ada empat daerah yang sudah menyiapkan lokasi karantina terpusat yakni Kabupaten Fakfak, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Teluk Bintuni dan Kota Sorong. Sedangkan 9 kabupaten lainnya belum menentukan lokasi karantina terpusat.
Arnold pun mengimbau agar lokasi karantina terpusat harus memperhatikan protap dari WHO. Misalkan, pengaturan jumlah peserta karantina dalam satu ruangan.
“Lokasinya representatif dan harus diawasi, karena bisa saja mereka sudah dikarantina tetapi mereka keluar lagi,” ujar dia.
Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat per 21 Mei 2020, jumlah OTG yang masih dipantau mencapai 706 orang dari total 1.118 orang. Jumlah ODP yang masih dalam pemantauan sebanyak 115 orang dari total 936. Dan, jumlah PDP yang masih dalam pengawasan ada 14 orang dari total 69 orang. Sedangkan jumlah kasus terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19 sebanyak 109 orang.(PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: