ODP dan OTG di Fakfak Masuk Karantina Terpusat


MANOKWARI, PB News – Metode karantina terpusat yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk menampung Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), mampu menekan transmisi lokal Coronavirus Diseases (Covid-19) di wilayah setempat. Hal ini terbukti dari jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat baru 1 orang.
Juru Bicara Teknis Covid-19 Kabupaten Fakfak, Gondo Suprapto, mengatakan, jumlah ODP yang telah menempati lokasi karantina terpusat mencapai 222 orang. Dari jumlah tersebut, 215 orang sudah selesai masa pemantuan. Sehingga, masih ada 7 orang dalam pemantauan.
“Sejak Fakfak tutup akses transportasi udara dan laut tanggal 26 Maret 2020, lokasi karantina sudah disiapkan,” ujar dia saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari melalui sambungan telephone, Sabtu (23/5/2020).
Ia menerangkan, ada dua lokasi karantina terpusat di Kabupaten Fakfak yakni Balai Diklat dengan daya tampung 50 orang dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang mampu menampung 30 orang. Kedua lokasi itu, dipersiapkan pemerintah daerah untuk mengkarantina ODP dan OTG yang ada di Kabupaten Fakfak.
“Jadi orang yang dari daerah terjangkit, kita masukan ke lokasi karantina,” kata dia.
“OTG ada 6 orang, mereka semua sudah selesai masa pemantauan,” kata dia menambahkan.
Gondo menuturkan, penerapan konsep karantina terpusat sejak dini sangat membantu mencegah penularan virus korona. Sebab, ODP dan OTG terlebih dahulu dikarantina sebelum dinyatakan sembuh dan dipulangkan ke keluarga masing-masing. Selain itu, adanya lokasi karantina terpusat lebih mempermudah petugas medis melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan ODP dan OTG.
“Karantina terpusat sangat membantu menurunkan kasus Covid-19 di Fakfak,” terang dia.
Untuk satu pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan PCR, kata Gondo, ditempatkan di RSUD Fakfak guna mendapat perawatan intensif.
Pihak RSUD Fakfak juga sudah menyiapkan tiga ruangan isolasi bertekanan negatif dilengkapi dengan ventilator untuk menampung pasien yang memiliki gejala berat.
“RSUD Fakfak telah disiapkan 50 tempat tidur bila ada pasien positif Covid-19 dan menunjukkan gejala Covid-19 atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Tapi sampai sekarang belum ada PDP di Fakfak,” kata dia.
Dia memaparkan, pemeriksaan rapid test di Fakfak sudah dilakukan sebanyak dua kali dengan jumlah yang diperiksa 140 orang. Dari jumlah tersebut, ada 5 orang dinyatakan reaktif dan sisanya 135 orang negatif. Sedangkan pemeriksaan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) baru dilakukan kepada 4 orang dengan hasil 1 positif dan 3 negatif.(PB15)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: