Imigrasi Manokwari Klaim Penerbitan Paspor 2021 Turun

MANOKWARI – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Manokwari mengklaim jumlah penerbitan paspor selama tahun 2021 mengalami penurunan, dibanding tahun 2020. Hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

“Untuk tahun 2020 itu sebanyak 759 buku paspor yang diterbitkan, namun tahun 2021 hanya 540 paspor,” ucap Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Manokwari Iman Teguh Adianto, saat dikonfirmasi awak media, Senin 10 Januari 2022.

Ia menjelaskan, layanan penerbitan paspor berjalan seperti sediakala hanya dari Januari sampai Maret 2020. Selanjutnya, layanan tersebut sempat dihentikan sementara seiring adanya pembatasan mobilitas manusia guna mencegah penularan virus. “Kita sempat moratorium juga, layanan disetop kecuali yang urgensi tinggi,” terang dia.

Selain paspor, kata Iman, penerbitan izin tinggal kunjungan (ITK) selama tahun 2021 juga mengalami penurunan jika dibanding tahun 2020 yaitu dari 47 menjadi 28. “Turun juga,” ucap dia.

Sedangkan penerbitan izin tinggal terbatas  (ITAS) meningkat dari tahun 2020 yaitu dari 921 menjadi 1.201 pada 2021. Hal ini disebabkan adanya pengajuan perpanjangan izin tinggal tenaga kerja asing yang masa berlakunya akan berakhir pada Januari sampai Februari 2022. Pengajuan perpanjangan ITAS dilakukan pada Desember 2021.

“Penerbitan izin tinggal tetap (ITP) juga meningkat. Tahun 2020 ada 4 dan tahun 2021 ada 5, karena ada pengajuan perpanjangan ITAP,” terang Iman.

PNBP meningkat

Selama tahun 2021, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Manokwari mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp2.710.200.000. Jumlah ini mengalami peningkatan Rp518.550.000 bila dibandingkan tahun 2020 yaitu Rp2.191.650.000.

Iman Teguh Adianto menjelaskan, PNBP tahun 2021 tersebut bersumber dari penerbitan paspor atau Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (DPRI) sebesar Rp191.000.000 dan pelayanan asing sebanyak Rp2.519.200.000.

“Penerimaan dari penerbitan paspor atau DPRI tahun 2020 sebesar Rp277.650.000 dan pelayanan asing hanya Rp1.914.000.000,” terang Iman.

Ia menambahkan, jumlah kedatangan kapal dari luar negeri selama tahun 2021 tercatat ada 130 kapal dengan kru kapal WNI 1.269 orang dan WNA 1.045 orang. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2020 yang hanya 110 kapal dengan kru WNI sebanyak 1.861 orang dan WNA 1.726 orang. “Tahun 2021 itu kapal-kapal kecil, cuman rutinitasnya lebih tinggi,” pungkas dia. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: