Korban KDRT Diimbau Tidak Ragu Melapor ke DP3A

MANSEL, papuabaratnews.co – Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) diimbau tidak khawatir untuk melapor ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Manokwari Selatan.

Hal ini menimbang maraknya kasus KDRT yang terjadi di daerah tersebut. Tercatat, dari 43 kasus pidana yang dilaporkan ke Polres Mansel dalam kurun waktu satu tahun terakhir, 23 di antaranya merupakan kasus KDRT.

Kepala Seksi Pengarusutamaan Gender (PUG) DP3A Mansel Maysaro mengatakan, pihaknya akan tetap melaksanakan pendampingan apabila ada kasus KDRT yang dilaporkan ke DP3A Mansel.

Namun sayangnya, menurut dia, hingga kini masih banyak perempuan Mansel korban KDRT tidak melaporkan diri.

Dia mengungkapkan, dari tahun 2020 hingga Maret 2021 ini, pihaknya hanya menerima empat laporan kasus KDRT.

“Ada tiga kasus yang dilaporkan ke kita tahun 2020. Kalau 2021 ini tercatat hanya satu kasus yang dilaporkan. Seharusnya sebelum ke Polres, bisa ke kita duluh. Kalau misalnya diselesaikan secara kekeluargaan, kita bisa mediasi di sini. Kalaupun harus sampai ke rana hukum, dari DP3A akan melakukan pendampingan kepada korban,” tuturnya saat ditemui Papua Barat News di ruang kerjanya, Ransiki, Kamis (25/3/2021).

Dia mengutarakan, ke depan DP3A Mansel akan membangun kerjasama dengan Polres Mansel guna memperoleh data kasus KDRT di Mansel.

“Nanti kita menyurat ke Polres agar kita rutin disetorkan data kasus KDRT. Karena memang dari korban sendiri mayoritas langsung melapor ke Polres, tanpa terlebih dahulu ke DP3A. Selama ini nanti kalau kami minta baru Polres kasih datanya. Jadi nanti kita menyurat untuk bangun kerjasama,” paparnya.

Disinggung terkait ketersediaan fasilitas rumah aman, Maysaro mengatakan, DP3A akan mengusulkan pembangunan fasilitas rumah aman tahun 2021 mendatang. Menurut dia, dengan maraknya KDRT di Mansel, DP3A akan meningkatkat pelayanan sebagai komitmen melindungi perempuan sehingga kasus KDRT bisa diminimalisir.

“Pemda sekarang sedang fokus di pandemi Covid-19, jadi kita belum mengusulkan fasilitas rumah aman. Nanti 2022 kita usulkan,” terangnya. (PB24)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 26 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: