Mansel Tunda Pengumuman Hasil Tes CPNS 2018

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemkab Manokwari Selatan menunda hasil pengumuman seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Formasi 2018, yang semula direncanakan pada akhir Juli 2020.

Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran menyatakan penundaan ini sesuai hasil kesepakatan antara Gubernur Papua Barat bersama para Bupati dan Wali Kota.

Bupati Waran mengaku penundaan pengumuman hasil seleksi CPNS ini terkait kebijakan kuota 80 persen untuk OAP dan 20 persen untuk non OAP.

“Kami akan bertemu Menpan di Jakarta, untuk meminta jawaban terkait kuota 80:20, sekaligus meminta agar seleksi CPNS Formasi 2019 nanti dikhususkan untuk OAP,” terangnya.

Sebelumnya, ratusan warga setempat berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Mansel, menuntut agar perekrutan Aparatur Sipil Negeri (ASN) Formasi 2018 sepenuhnya mengakomodir orang asli Papua (OAP).

Para pendemo ini meminta untuk bertemu langsung dengan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang melakukan kunjungan kerja ke Ransiki waktu itu. Gubernur didampingi Bupati Markus Waran mendengarkan secara langsung aspirasi mereka sampaikan.

Ratusan pencaker itu meminta agar perekrutan CPNS formasi 2018 Kabupaten Manokwari Selatan memprioritaskan pencaker asli dari 6 distrik di daerah itu. Selain memprioritaskan orang asli Mansel ada 6 tuntutan lainnya yang juga disampaikan waktu itu, yaitu kuota untuk pendidikan dan kesehatan harus disamakan dengan kuota umum sehingga banyak menyerap orang asli Mansel dalam formasi penerimaan CPNS 2018. Mereka juga menolak dengan tegas adanya titipan liar atau jatah pejabat tertentu. Para pendemo juga menyampaikan dukungan agar diaktifkan kembali tim independen yang bertugas merekrut pencaker asli Mansel secara merata dari 6 wilayah distrik. Mereka berharap hasil seleksi CPNS Formasi 2018 harus dibuka ke publik dengan cara ditempel di tempat umum, tidak dirahasiakan atau disembunyikan.

Massa mengancam jika poin-poin pernyataan sikap itu tidak diindahkan maka mereka akan melakukan aksi demo anarkis.

“Kami tegaskan jika apa yang kami sampaikan ini tidak dilaksanakan maka kami akan turun demo lagi dengan cara yang anarkis,” kata Michael Inden, koordinator aksi. (RED)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: