Relokasi Pedagang Pasar Kenangan Ransiki Tunggu Pasokan Listrik

RANSIKI, papuabaratnews.co – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindag) Manokwari Selatan (Mansel) Syahrial Base menyebutkan, pihaknya masih menunggu pasokan listrik sebelum memindahkan pedagang dari Pasar Kenangan Ransiki ke pasar baru.

Syahrial memastikan, akan segera meresmikan pasar baru tersebut, setelah seluruh sarana dan prasarana pendukungnya rampung.

“Kalau di Pasar Oransbari, listriknya sudah ada. Kalau di situ belum. Akses jalannya sudah ada tapi listrik belum ada. Kalau sarana dan prasarananya sudah siap, pasti segera diresmikan,” tuturnya di Ransiki, Kamis 10 Juni 2021.

“Sekarang ini untuk lahan parkir kita dibantu oleh rekan-rekan dari TNI untuk mengerjakan. Kita pasti siapkan semuanya dulu. Saya pastinya juga akan melapor ke Pak Bupati ketika semuanya sudah rampung,” sambungnya.

Dijelaskan Syahrial, Pemda Mansel masih harus memikirkan adanya kekurangan lapak kios untuk dibagikan kepada penjual.

“Lapak kios jualan yang ada di pasar lama ada 300 di pasar baru cuma 36. Lapak jualan di pasar lama ada 80, sementara di pasar baru ada 400. Untuk lapak kios kurang. Jadi Pemda harus pikirkan kira-kira yang tidak tercukupi ini solusinya seperti apa. Karena jangan sampai kita mau mengatur, terus menimbulkan masalah,” jelasnya.

Dijelaskan Syahrial, pihaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp1,6 miliar untuk memasok listrik ke pasar baru.

“Petunjuk bupati, ketika kordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, kalau mulai dari FKIP sampai pasar baru tembus ke pelabuhan, perlu 45 tiang. Anggaran yang dibutuhkan itu Rp1,6 miliar sudah termasuk biaya pemasangan travo. Ini biaya besar, sementara Pemda ada refokusing. Tapi tugas kami tetap menginfokan kepada kepala daerah,” jelasnya.

Lanjut dia, pihaknya memiliki beban ke pemerintah pusat. Pasalnya anggaran yang digunakan dalam pembangunan pasar baru, bersumber sari APBN murni.

“Ini kan semua dibantu dari pusat. Jadi dari APBN murni, jadi ada beban ke pusat. Karena seharusnya selesai bangun sudah harus difungsikan. Ternyata, bahwa fasilitas penunjang belum lengkap. Kalau kita paksa relokasi pedagang, takutnya ada masalah,” paparnya. (PB24)

 

**Berita ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 11 Juni 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: