Sekda: Kemungkinan Refocusing kembali Dilakukan di 2021

MANSEL, papuabaratnews.co – Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan membutuhkan dana untuk penanganan Covid-19 pada tahun 2021. Lantaran itu, pihak pemkab mempertimbangkan untuk refocusing anggaran pada tahun ini.

Sekretaris Daerah Manokwari Selatan Hengky Tewu mengatakan, refocusing disebabkan beban anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat untuk pengadaan vaksin Covid-19.

Pemerintah pusat yang awalnya menargetkan sekitar 60 juta masyarakat Indonesia membeli vaksin secara mandiri, namun pada akhirnya berubah dan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

“Awalnya pemerintah pusat menargetkan 60 juta penduduk Indonesia akan membeli vaksi sendiri. Jumlah tersebut dinilai pemerintah merupakan penduduk yang bisa membeli vaksin secara mandiri. Tapi oleh karena perubahan kebijakan, semua ditanggung pemerintah pusat. Jadi otomatis dibutuhkan pengadaan untuk 60 juta penduduk itu. Maka kami diberitahu bahwa kemungkinan akan ada refocusing lagi. Seharusnya sudah ada, tapi kami belum terima,” ungkap Tewu di Ransiki, Selasa (19/1/2021).

Sekda menerangkan, rencana refocusing anggaran ini guna membantu pemerintah pusat dalam pengadaan vaksin bagi masyarakat.

“Refocusing untuk bantu pemerintah pusat membeli vaksin. Berarti ada uang yang rencananya diberikan pemerintah pusat ke kami, kemungkinan akan mengalami penjadwalan. Jadi persis yang pada masa Covid awal,” jelasnya.

Meski belum menerima informasi terkait teknis refocusing anggaran di 2021 ini, Tewu mengatakan, pihaknya harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk.

“Kita belum tahu bagaimana teknisnya, tapi pasti ada perintah. Misalnya anggaran yang boleh ditunda seperti tidak terlalu banyak rapat, atau perjalanan dinas keluar daerah yang tidak diperlukan duluh, atau kegiatan-kegiatan yang boleh ditunda. Pasti kalau kegiatan tidak terlalu urgen, pasti diminta jangan dulu dikerjakan. Maka anggaran tersebut bisa dipakai untuk mendukung penanganan Covid-19. Atau bahkan misalnya, pemerintah pusat sudah menetapkan dana transfer ke daerah, yang mana dana tersebut tidak dikasih sepenuhnya, tapi kita sudah poskan anggarannya. Kita juga belum tahu, tapi tetap bersiap untuk segala kemungkinan itu,” ujarnya.

Dia menambahkan, pada 2020 lalu ada sekitar Rp149 miliar yang tidak ditransferkan pemerintah pusat ke Mansel. Padahal dia menyebut, anggaran tersebut sudah disiapkan untuk beberapa program pembangunan.

“Kita tahun lalu Rp149 miliar yang tidak datang. Karena pemerintah pusat bilang tetap ditransfer, kami di tim anggaran sudah memplotkan anggaran tersebut untuk bikin jalan, sekolah, puskesmas, bantu masyarakat,” tukasnya. (PB24)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 21 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: