Sekda: Kinerja jadi Indikator Utama Penilaian ASN

MANSEL, papuabaratnews.co – Sekda Manokwari Selatan Hengky Tewu mengatakan, hasil kinerja menjadi poin utama dalam menilai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Saat ini Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan tengah membangun koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait mekanisme tunjangan bagi ASN.

Sekda menerangkan, pihaknya akan lebih mengutamakan hasil kinerja dalam pemberian tunjangan. Meskipun begitu, dia tak menampik absensi juga masuk dalam indikator pemberian tunjangan, namun menurut Tewu, hasil kinerja dari seorang ASN jauh lebih penting.

“Kami tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait tunjangan dan kinerja. Kalau soal absen, salah satu indikator juga dalam pemberiam tunjangan. Jadi absen hanya salah satu unsur. Tapi sekarang ini yang paling penting itu adalah kinerja,” ungkap Tewu di Ransiki, Kamis 25 Maret 2021.

Menurut dia, kehadiran fisik seorang ASN tidak terlalu menjadi masalah selama hasil dari kinerjanya optimal. Apalagi menurut dia, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, kebijakan Work From Home (WFH) bisa menjadi momen berubahnya sistem bekerja ASN.

“Misalnya yang bertugas menyusun dokumen perencanaan, kehadiran fisik itu bukan mutlak, sepanjang yang bersangkutan mau coba WFH dan bisa menyelesaikan pekerjaan, itu tetap masih dianggap menyelesaikan tugas,” ujarnya.

“Kalau juga mereka cuma datang absen, kemudian tidak menjalankan tugas, masih belum mencapai tujuan kita cape-cape suruh orang hadir. Padahal sekarang ini kalau orang hadir cuma menimbulkan kerumunan justru bahaya. Jadi kinerja ini yang lebih penting sebenarnya daripada kehadiran,” jelasnya lagi.

Disinggung terkait peluang Pemkab Mansel menggunakan sistem absensi fingerprint, Sekda menjelaskan pihaknya akan menimbang teknologi yang berbeda. Apalagi di tengah pandemi ini, penggunaan absensi fingerprint cukup berbahaya.

“Dulu sudah coba fingerprint tapi berhenti. Apalagi sekarang lagi pandemi, tempel jari di alat absen fingerprint cukup bahaya. Mungkin nanti yang akan dicoba teknologi berbeda dengan ide serta tujuan yang sama,” terangnya. (PB24)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 26 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: