Tahun ini, Pemda Mansel Upayakan RSUD Pratama Beroperasi

RANSIKI, papuabaratnews.co – Pemerintah Daerah Manokwari Selatan terus berupaya agar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Elia Waran yang terletak di Distrik Oransbari, dapat beroperasi tahun 2021 ini. Namun, hanya operasional terbatas sembari menunggu pemenuhan sarana prasarana lainnya.

“Kalau terbatas kita mungkin hanya layani rawat jalan dan emergency dulu, kasus-kasus ringan,” ujar Sekretaris Daerah Mansel Hengky Tewu saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (2/3/2021).

Dia melanjutkan, untuk kondisi fisik gedung dan infrastruktur jalan sudah rampung. Tetapi seluruh ruangan belum terkoneksi dengan jaringan listrik. “Tapi jaringan sudah ada,” jelas Hengky.

Bupati Mansel Markus Waran, kata dia, telah menunjuk pejabat yang nantinya akan mengelola RSUD tersebut. Di samping itu, berbagai persiapan perlu dilakukan misalnya izin operasional. Sebelum memperoleh izin, syarat gedung, peralatan, sumber daya manusia, dan syarat tata kelola harus terpenuhi secara bertahap.

“Makanya kami minta pemenuhan bertahap. Kita sih berusaha agar bisa beroperasi tahun ini,” ucap Sekda.

Dia menjelaskan, izin operasional RSUD Mansel dikeluarkan oleh kepala daerah setempat karena masih tipe C dan diregistrasi ke Kementrian Kesehatan. “Rumah sakit kelas C itu izinnya bupati,” jelas dia.

Untuk pemenuhan tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan, sambung dia, Pemda Mansel akan mengoptimalkan yang sedang bertugas di sejumlah Puskesmas. Sebab, Puskesmas kelebihan tenaga kesehatan. “Puskemas itu maksimal 40-an orang, mereka kelebihan,” ucap dia.

Akan tetapi, kata dia, kesulitan yang akan dihadapi pemerintah daerah adalah pemenuhan enam tenaga dokter spesialis seperti penyakit dalam, anak, bedah, kandungan, anastesi dan radiologi. Sebab, besaran gaji dokter spesialis yang akan ditanggung pemerintah daerah setiap bulan sangat mahal.

“Pasaran di provinsi Rp85 juta, di Kabupaten Teluk Bintuni Rp80 juta. Mansel ? Dan saya sudah lapor Bupati. Apakah kita boleh kasih Rp60 juta, lalu mereka datang ? Dokter spesialis kan bisa memilih dong,” jelas Hengky.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Mansel Demitrius Waran menuturkan, selain persoalan tenaga dokter spesialis, pihaknya juga masih menunggu ketersediaan alat kesehatan. Karena, Kemenkes belum melaksanakan pengadaan alat kesehatan. Dengan demikian, Dinkes Mansel membuka opsi lain dengan menggunakan APBD tahun 2021 untuk menopang kelengkapan alat kesehatan untuk RSUD Pratama Elia Waran. “Perlu koordinasi lagi, kita memang butuhkan alkes itu,” tegasnya.

Dia menyebutkan, total anggaran yang dipakai untuk pembangunan RSUD Pratama Elia Waran mencapai Rp49 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). “Kami harus berjuang ke Jakarta baru memperoleh dana itu,” ungkapnya. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 4 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: