Warga Reyob Minta BTS di Tahota segera Difungsikan

RANSIKI, papuabaratnews.co – Tower Base Transceiver Station ( BTS ) untuk jaringan telekomunikasi dan internet yang dibangun di Kampung Yarmatum Distrik Tahota, tepatnya pinggir jalan trans Bintuni-Manokwari, yang dibangun tiga tahun lalu hingga hari ini belum juga difungsikan.

Padahal warga empat kampung di Distrik Tahota sangat berharap agar BTS tersebut bisa segera difungsikan untuk mempermudah mereka dalam berkomunikasi jarak jauh.

Harapan warga itu disampaikan kepala Kampung Reyob, Welyas Iba kepada sejumlah wartawan di Ransiki.

“Tower itu dibangun sekitar 2017. Kami berharap secepatnya difungsikan waktu itu. Tapi bertahun-tahun tidak ada kejelasan, itu sudah jadi besi tua,”kata Welyas Iba.

Menurut Welyas, ketidak jelasan waktu pengaktifan BTS menunjukan tidak adanya keseriusan dari pihak terkait yang sudah dipercayakan pemerintah untuk membangun BTS tersebut, sebagai sarana utama untuk komunikasi.

“Bayangkan sudah berapa tahun dibangun tapi tidak ada signal sama sekali. Hanya lampu di ujung tower itu nyala tapi tidak ada jaringan,” katanya.

Welyas menuturkan, warga empat kampung di wilayah Tahota harus memanjat pohon atau mendaki gungun berkilo-kilo untuk bisa mengakses jaringan telpon.

“Seperti biasa kami harus ke gunung botak atau naik pohon baru bisa akses jaringan telpon. Harapan kami sesuai arahan bapak Menteri Komunikasi dan Informatika akhir tahun ini sudah ada jaringan untuk seluruh pelosok, termasuk kami di Tahota,” harap dia.

Sebelumnya, PT Telkomsel Tbk melalui sub kontraktor (subkon) PT Tower Bersama tengah membangun dua base transceiver station (BTS) berupa tower jaringan 4G di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan.

Dua unit BTS itu dibangun masing-masing di kampung Sabri Distrik Ransiki dan kampung Siwi Distrik Momi Waren.

Yohan, perwakilan PT Tower Bersama mengatakan pembangunan dua tower jaringan 4G itu mendekati rampung. Apabila dalam waktu dekat penyambungan kabel jaringan listrik oleh PLN dilakukan, maka dua tower itu segera difungsikan.

“Saat ini sedang dibangun. Untuk mengaktifkannya kita tunggu penyambungan jaringan listrik. Kami sudah membayar ke PLN, tinggal disambung dan langsung bisa kami aktifkan jaringan 4G,” terangnya. (PB24)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 1 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: