Bapenda Manokwari Target 6000 Wajib Retribusi Sampah Terdata Tahun ini

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Pendapatan Daerah (bapenda) Manokwari menargetkan hingga Desember tahun ini pihkanya bisa mendata 6.000 wajib retribusi sampah.

(Plt) Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Bapenda Manokwari, Umrah Nur mengungkapkan, jumlah wajib retribusi sampah yang terdata sampai saat ini sebanyak 2.709 KK dari sembilan kelurahan.

“Nanti kita akan lakukan pendataan lagi. Ini tantangan, karena target selama empat tahun ini harus 16.000 terdata untuk mendapat layanan,” ungkapnya kepada Papua Barat News belum lama ini.

“Jika tercapai berarti totalnya sudah hampir 9.000, artinya sudah separuh dari target,” sambungnya.

Dalam pelaksanaannya, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak kelurahan setempat.

“Kita akan bagi jalur biar cepat. karena kalau semakin lama terdata, kasihan bagi yang sudah lama membayar. Yang jelas nanti ada pertimbangan-pertimbangan khusus,” jelasnya.

Adapun sistem pendataannya, jelas Umrah, langsung menggunakan alat dan langsung terinput sehingga lebih memudahkan.

“Tetapi berkas fisiknya harus dibawa lagi ke kantor sebagai bukti ditanda tangani oleh wajib retribusi,” jelasnya.

Selain itu, Kabapenda, M. Irwanto juga pernah menjelaskan bahwa retribusi persampahan sebelumnya telah berjalan cukup baik. Hanya saja mengalami kendala sistem pada mesin edisi sehingga belum dapat secara maksimal.

“Sebelumnya sudah berjalan, penerimaan dari retribusi sampah cukupa lumayan sebesar Rp 359 juta dari target Rp 500 juta,” bebernya.

“Target awal yang diberikan besar, tetapi karena ini baru maka direvisi, terlebih dengan adanya pandemi Covid-19,” sambungnya.

Menurutnya, jumlah penerimaan retribusi sampah cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, bahkan pada tahun 2017 hanya Rp 1 juta yang masuk ke kas daerah (kasda).

“Terakhir Rp 7,6 juta yang masuk ke kas daerah. Karena kemungkinan fasilitasnya belum bagus seperti saat ini. Pelayanan ke masyarakat juga mungkin belum ada,” kata dia.

Adapun target pendapatan dari retribusi sampah tahun ini sebesar Rp1,5 Miliar. Dengan adanya perubahan sistem, pihaknya optimis dapat mencapai target.

“Untuk mencapai target tersebut kita harus saling kolaborasi dan bersinergi. Tidak ada yang hebat, yang hebat adalah tim,” pungkas Irwanto. (PB19)

 

*Berita ini telah diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 28 April 2021.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: