Daging Sapi di Pasar Wosi Kurang Diminati

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Meski harga sapi naik hingga 20 persen pada Idul Adha 1440 Hijriah atau tepat pada Jumat 31 Juli 2020, namun tidak berpengaruh terhadap harga daging sapi di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari. Meski harganya relatif stabil, namun kurang diminati karena banyak masyarakat yang mendapat jatah kurban.

“Hari Raya Idul Adha, harga relatif sama dengan hari biasa. Yang mengalami peningkatan itu permintaan sapi hidup untuk kepentingan kurban, bukan daging sapi,” kata Nur Samsi (29) kepada Papua Barat News, Minggu (2/8/2020).

Peternak sekaligus pedagang sapi di Sumber boga SP7 Manokwari, Papua Barat itu menjelaskan bahwa harga sapi hidup sesuai berat memang naik menjadi Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per ekor. Sedangkan, harga daging sapi naik menjadi Rp100 sampai Rp 130 ribu per kilo.

“Beda dengan tahun lalu, sapi hidup untuk kepentingan kurban, sesuai berat itu hanya seharga Rp7 sampai Rp12juta per ekor, sedangkan harga dagingnya Rp90 sampai Rp 110 ribu per kilo. Kenaikan harga daging sapi relatif sama, tapi tetap kurang peminat karena banyak masyarakat yang mendapat jatah kurban,” katanya.

Hal senada disampaikan Petra (37), salah satu penjual daging sapi di Pasar Wosi, menurutnya, daging Sapi memang hanya mengalami sedikit kenaikan harga, namun tetap kurang diminati. Kurangnya peminat ini menjadikan harga daging sapi tetap dijual murah saat ada pembeli yang membuat penawaran.

“Harga daging sapi sesuai kualitas berkisar antara Rp 120 sampai Rp 140 ribu per kilo, harga tulangnya Rp 80 sampai Rp 70 ribu per kilo. Tapi kalau misalkan ada pembeli yang tawar kualitas biasa Rp 120 ribu jadi Rp 110 ribu, mau tidak mau tetap kita jual,” ujar Petra. (PB13)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: