Disnakertrans Programkan Pelatihan Kerja Setiap Tahun

MANOKWARI, papuabaratnews.co Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (disnakertrans) Manokwari telah memprogramkan kegiatan pelatihan kerja setiap tahunnya. Diupayakan pelatihan di khususkan bagi Orang Asli Papua (OAP).

Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja, Mukrianto mengatakan, tahun ini pihaknya mempunyai program pelatihan, yakni pelatihan bagi para pencaker berupa pelatihan kerja berbasis sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Namun program kegiatan tersebut  tidak bisa dilaksanakan tahun ini,karena adanya pandemi Covid-19.

“Karena kami harus mengirim pesertanya keluar daerah, di Manokwari belum ada lembaga pelatihan yang bisa melatih masyarakat agar dapat mendapat sertifikat tersebut. Kami sejak Juli sudah berkomunikasi dengan BLK Samarinda berdasarkan petunjuk dari kementerian, karena BLK disana yang mempunyai peralatan lengkap untuk melakukan pelatihan kerja. Kita melatih agar bisa menjadi seorang operator alat berat, karena yang bisa mengemudikan atau mengoperasikan harus punyai sertifikat,” terangnya kepada Papua Barat News belum lama ini.

Selain itu, pihaknya juga memiliki program kegiatan pengembangan kelembagaan kreativitas dan pelatihan kewirausahaan yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, yang terdiri dari empat pelatihan, dan masih ada empat pelatihan lagi yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Oktober ini.

“Kami ingin melaksanakan empat kegiatan ini di wilayah Prafi, karena selama ini banyak kegiatan yang dilaksanakan di kota. Kami punya kerinduan untuk bisa melaksanakan kegiatan pelatihan di Prafi,” ungkap Mukrianto.

Target peserta dalam kegiatan tersebut berkisar 36 orang. Adapun pelatihan yang akan diberikan adalah ilmu dasar pembuatan kerajinan tangan, salah satunya vas (pot) bunga.

“Pembuatan list gypsum, list lampu, loster, gorong-gorong sumur, batako, paving blok dan pot bunga. Kegiatan tersebut tidak terlalu membutuhkan ilmu teknis. Dengan harapan setelah kegiatan itu selesai mereka bisa melakukan kegiatan secara mandiri,” sebutnya.

Setelah kegiatan selesai, lanjut Mukrianto, pihaknya juga akan memberikan bantuan modal peralatan usaha. Adapun hal mendasar mengapa kegiatan pelatihan tersebut dilakukan, yakni mengingat kebutuhan masyarakat akan bahan tersebut cukup banyak, terlebih di Manokwari tahap pembangunan juga cukup tinggi sehingga dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat khususnya OAP. (PB19)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 16 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: