Guna Melihat Situasi Ketahanan Pangan, Pemda Gelar Monitoring

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Untuk mewujudkan pengelolaan ketahanan pangan yang efektif, diperlukan informasi ketahanan pangan yang akurat dan tertata dengan baik, sehingga dapat dilakukan intervensi anggaran secara efektif.

Salah satu upaya untuk memenuhi tersedianya informasi mengenai situasi ketahanan pangan dan kerentanan suatu daerah yakni dengan melaksanakan monitoring situasi ketahanan pangan wilayah.

Melalui penyusunan dan pengembangan peta situasi ketahanan pangan yakni peta ketahanan dan kerentanan pangan food security and vurnerability (FSVA), Senin (9/9/2019).

Dalam arahannya, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan diwakili Sekda Manokwari, Aljabar Makatita menuturkan, peta situasi ketahan pangan digunakan untuk pengingkatan akurasi penentuan sasaran, meyediakan informasi kepada para penentu kebijakan, sehingga dapat meningkatkan kualitas perencanaan dan program dalam mengurangi prevalensi kerawanan pangan dan gizi.

“Saat ini pelaksanaan FSVA belum berjalan maksimal. Salah satunya FSVA belum menjadi instrumen dalam pengambilan kebijakan dalam penanggulangan ketahanan pangan,” paparnya Makatita.

Terpisah, Ketua panitia, Dion Rahawarin menjelaskan, tujuan kegiatan ini yakni guna  menyusun peta ketahanan dan kerentanan pangan di Kabupaten Manokwari 2019, sehingga implementasinya dapat digunakan sebagai data awal untuk rencana pembangunan ketahanan pangan.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan FSVA sebanyak 11 orang.

“Peserta sebanyak 11 orang, terdiri dari lima orang kelompok kerja tim analisis penyusunan peta kerentanan pangan, selebihnya utusan dari instansi terkait serta akademisi,” jelasnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: