Kapolres Imbau Masyarakat Jaga Jarak Fisik

MANOKWARI, papuabaratnews.co Untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), pemerintah baik pusat maupun daerah telah mengeluarkan kebijakan agar dapat memutus rantai virus mematikan tersebut. Salah satunya adalah dengan cara menerapkan kebijakan physical distancing (Menjaga jarak fisik antar sesama).

Kepala Polres Manokwari AKBP Deddy Foury Millewa, mengatakan, Kapolri Jenderal Idham Azis juga telah mengeluarkan maklumat bernomor Mak/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020 yang menginstruksikan seluruh jajaran Polri di Indonesia menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi terkait jaga jarak fisik.

“Kita segera sosialisasikan kepada masyarakat dan masih bersifat preventif. Kalau represifnya kita lihat perkembangan daerah,” kata dia saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Manokwari, Kamis (26/3/2020).

Kapolres juga meminta agar awak media turut mensosialisasikan pentingnya penerapan physical distancing dalam situasi darurat nasional ini. Masyarakat juga diharapkan dapat mematuhi seluruh imbauan dari pemerintah, sehingga upaya mencegah penyebaran covid-19 di Manokwari dapat membuahkan hasil.

“Kerumunan-kerumanan orang itu harus dihindari, ini kepentingan bersama bukan kelompok,” tegas dia.

Perlu diketahui, Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan telah mengeluarkan Instruksi Nomor 03 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Risiko Penularan Infeksi Covid-19 tertanggal 24 Maret 2020.

Salah satu dari delapan poin yang ditekankan dalam instruksi tersebut adalah mengefektifkan penerapan physical distancing atau menjaga jarak fisik ketika berinteraksi dengan orang lain.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, menuturkan, kebijakan physical distancing diberlakukan di seluruh fasilitas publik yang ada di Provinsi Papua Barat.

“Tidak hanya di bandara dan pelabuhan saja, tapi semua,” tegas dia.

Namun, tingkat kesadaran seluruh masyarakat di wilayah setempat menjadi faktor utama keberhasilan penerapan physical distancing. Untuk itu, pemerintah juga akan mensosialisasikan rencana pemberlakukan physical distancing ke seluruh lapisan masyarakat di Papua Barat.

Sebagai informasi, dalam maklumat Kapolri Jendral Idham Aziz bernomor Mak/2/III/2020 pada 19 Maret 2020 menginstruksikan agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial melibatkan banyak orang atau massa dalam jumlah besar. Baik di tempat umum maupun lingkungan sendiri. Kegiatan yang dimaksud dapat berupa pertemuan sosial, budaya dan keagamaan seperti seminar, lokakarya, sarasehan, konser musik pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsionis keluarga, olahraga, kesenian dan jasa hiburan.

Sementara Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun, menilai, maklumat Kapolri itu tak akan efektif untuk membubarkan kerumunan massa di tengah wabah corona.

Ubed menilai kondisi itu tak lepas dari karakter masyarakat Indonesia yang masih tergolong irasional society atau masyarakat yang belum rasional. Karakter masyarakat irasional itu, kata dia, ditandai dengan kondisi masyarakat yang tak patuh terhadap peraturan atau imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah. (PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: