Kegiatan Identifikasi Isu Strategis Kabupaten Manokwari

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Tantangan terbesar pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup adalah mempertimbangkan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan hidup manusia, keberlanjutan serta pemanfaatan SDA.

Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan mengatakan, untuk mewujudkan pengelolaan SDA yang berkelanjutan, maka perencanaan pengelolaan sumber daya harus berlandaskan pada upaya dukung ekosistem.

Sesuai data lingkungan hidup dan kehutanan 2017, Papua barat mempunyai indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) sebesar 85,69 persen. Menduduki peringkat pertama secara nasional. Perhitungan IKLH berdasarkan indeks kualitas udara (IKU), indeks kualitas air (IKA) dan indeks kualitas tutupan lahan (IKTL).

“Dengan nilai tersebut, IKLH Papua Barat masuk dalam predikat sangat baik yang berarti bahwa Papua barat memiliki kualitas udara, air dan tutupan lahan dalam kategori sangat baik,” ujarnya secara tertulis yang dibacakan Asisten I Bidang Tata Praja, Wanto saat menghadiri kegiatan identifikasi isu strategis Kabupaten Manokwari, bertempat di ruang rapat Bappeda Manokwari, Selasa (14/5/2019).

Sejalan dengan adanya kebijakan Papua Barat sebagai provinsi konservasi, pihaknya mendorong pemerintah untuk mendukung pembangunan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dengan tetap menjaga keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem sekaligus menghindari kerusakan lingkungan yang timbul akibat pembangunan ekonomi yang cepat.

Kabupaten Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat memegang peranan penting dalam pengembangan pembangunan wilayahnya. Kabupaten Manokwari merupakan kabupaten yang kaya akan SDA.

“Potensi ini merupakan aset yang dapat dikembangkan dalam pencapaian tingkat kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” terangnya.

Potensi kekayaan alam yang besar terutama disektor pertambangan, kehutanan, perkebunan, pertanian, perikanan, energi dan pariwisata. Apabila dikelola dengan baik, tentu akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Manokwari, yang sejalan dengan visi ‘Membangun Indonesia Timur, sebagaimana Amanat Nawacita.

Masih banyak kendala yang dihadapi saat ini. Salah satunya konflik kepentingan antar pihak, serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang menjaga dan melestarikan SDA yang ada.

“Kita masih menghadapi banyak kendala dan tantangan dalam upaya pengelolaan SDA dan pelestarian fungsi lingkungan hidup. Terkait dengan tingginya potensi konflik kepentingan antar pihak, menipisnya cadangan SDA, lemahnya penegakkan hukum, lemahnya kelambagaan pemerintah maupun masyarakat serta rendahnya kesadaran maupun pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan SDA dan pelestarian fungsi lingkungan hidup,” tandasnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: