Klaster Keluarga Masih Menjadi Penyumbang Terbesar Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Klaster keluarga masih menjadi penyumbang terbesar kasus positif Covid-19 di Manokwari. Total klaster keluarga menyubang 1.007 kasus dari total 1.962 kasus positif di Kabupaten Manokwari per tanggal 19 Januari 2021.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Manokwari, Marthen Rantetampang mengatakan, daerah mempunyai peranan untuk mengambil kebijakan terkait perkembangan kasus di setiap daerah, tidak terkecuali Provinsi Papua Barat, khususnya Kabupaten Manokwari. Tujuannya untuk bagaimana memutuskan rantai penularan, salah satunya adanya pembatasan  pergerakan (aktivitas) masyarakat.  Baik yang hendak melakukan perjalanan keluar maupun yang hendak masuk ke Manowakri pun harus dibatasi.

“Apakah ada kebijakan untuk mewajibkan rapid antigen, antibodi ataupun swab. Kalau saya ingin bagi yang dari luar kesini tanpa tujuan apa-apa, berlakukan swab PCR. Karena kita bisa melihat beberapa contoh pada awal Januari dari penerbangan yang masuk, berapa yang reaktif rapid test dan swab PCR,” ungkapnya, Rabu (20/1/2021).

Menurutnya ketiga test tersebut sama baiknya jika diterapkan oleh daerah. Jika melihat perkembangan kasus di Manokwari, semua bisa digunakan tergantung kebijakan daerah. Mangingat dukungan dana sangat menentukan, untuk itu kebijakan di masing-masing daerah tidak bisa disamakan.

“Ada manfaat jika melakukan rapid test antigen, antibodi dan swab. Swab jadi masalah karena tidak ada layanan swasta yang menyediakan. Kalau didaerah lain ada swasta yang menyediakan ya silahkan, selagi punya uang pasti orang akan membayar. Artinya pengawasan dari luar masih longgar. Karena dilakukan secara mandiri, ini yang kita tidak bisa kontrol,” tandasnya. (PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 21 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: