Mobilitas Transportasi Keluar-Masuk Manokwari Masih Dibatasi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Hingga saat ini mobilitas transportasi masuk dan keluar Manokwari masih dibatasi. Ketua Gugus Tugas Covid-19 Manokwari, Henri Sembiring menuturkan, dirinya telah membuat surat mengacu pada surat dari Sekda Provinsi Papua dan sudah dikaji oleh Sekda Manokwari.

Surat tersebut juga untuk menindaklanjuti penambahan 14 hari tanggap darurat non bencana oleh bupati.

“Saya sudah konsep surat dengan dinas perhubungan untuk pembatasan akses orang masuk dan keluar atau surat ijin masuk dan keluar (SIMK),” jelasnya beberapa waktu lalu.

Sembiring menyebutkan, pembatasan tersebut dilakukan mengingat Manokwari masih berada di zona merah.

“Semua yg naik kapal wajib rapid test. Sebelum kapal berangkat, rapid test harus dikirim,” terangnya.

Adapun dokumen yang wajib dipenuhi agar bisa masuk ke Manokwari, salah satunya wajib ber KTP Manokwari.

“Kita masih ikuti surat edaran nomor 7, terkait pembatasan perjalanan dalam rangka urgen yaitu yang ber-KTP Manokwari, foto copy KTP, rapid test dan surat kesehatan,” sebut Sembiring.

Sementara jika ada kerabat atau orang tua yang meninggal di Manokwari, maka wajib menyertakan surat keterangan kematian.

“Kalau orang tuanya sakit parah, harus ada surat keterangan dari dokter untuk membuktikan. Tetapi syarat yang utama yaitu rapid test non reaktif, surat kesehatan bebas influenza dan foto copy KTP ,” tutup Sembiring. (PB19)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: