Pakan Ternak Menjadi Kendala Terbesar Peternak Ayam

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Ketersediaan pakan ternak seringkali menjadi kendala terbesar bagi para peternak ayam di Manokwari, baik ayam petelur maupun ayam pedaging (ayam potong).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Manokwari, Nixon Karubaba menyebutkan, jumlah peternak ayam petelur tidak pasti dan sering berubah-ubah.

“Pakan sangat berpengaruh terhadap para peternak skala kecil, untuk peternak ayam petelur skala besar sekitar tiga pengusaha, sedangkan untuk peternak ayam petelur skala kecil berubah-ubah karena kalah bersaing soal pakan,” paparnya saat ditemui Papua Barat News belum lama ini.

Nixon menjelaskan, pihaknya akan kembali mengkaji hal tersebut dan akan bersinergi dengan para distributor atau agen pemasok pakan dan bibit.

“Solusinya kedepan kita harus bentuk wadah peternak seperti ikatan ternak ayam petelur Manokwari. Sehingga kami selaku pemerintah tidak bisa intervensi, melainkan hanya membina. Tetapi melalui wadah ini mereka (pengusaha) bisa melihat kendala-kendala yang dihadapi ,” jelasnya.

“Misalkan harga telur naik, kita tidak bisa langsung intervensi. Karena semua sudah diperhitungkan, baik produksi yang dikeluarkan dan lainnya sehingga tidak mengalami kerugian,” imbuh Nixon.

Ia berharap kedepan manokwari dapat memiliki pabrik pakan ternaknya sendiri sehingga tidak lagi di datangkan dari luar dan  dapat menjawab kebutuhan pakan ternak dengan harga yang terjangkau.

“Diharapkan ada pabrik pakan ternak, kalau subsidi tidak bisa karena ini menyangkut persaingan bisnis. Untuk itu wadahnya harus ada sehingga melalui wadah ini bisa mengkaji lebih dalam untuk membuat keputusan bersama menetapkan harga yang tepat dan kendala yang dihadapi menyangkut pakan, bibit dan sebagainya,” harapnya.

Sama halnya dengan ayam potong yang terkendala oleh pakan, dan banyak peternak yang terkendala modal untuk pembelian pakan, sehingga banyak peternak ayam yang timbul tenggelam (datanya tidak tetap). (PB19)

***Artikel ini Telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 9 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: