Pembangunan Terminal Wosi Ditaksir Capai Rp20 Miliar

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Estimasi pembangunan dan pengembangan terminal Wosi dengan luas area sekitar 2 kilometer (KM) , ditaksir mencapai Rp20 Miliar.

“Estimasi total anggaran sekira Rp. 20 Miliar. Untuk rencana pengembangan tahun ini sekira Rp. 6,8 Miliar,” jelas Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Papua Barat, Khaerul Saad saat dikonfirmasi, Senin 12 April 2021.

Sementara itu sambung Saad, untuk pembangunan pada tahap pertama baru mencapai 60 persen. Dimana pihaknya juga akan melakukan pengembangan sehingga terminal tersebut lebih luas dengan lahan parkir yang lebih memadai.

“Ada beberapa bangunan warung makan, lahan parkir. Luas keseluruham hampir dua hektar,” kata dia.

Ia mengungkapkan, pengembangan terminal belum dapat terlaksana karena terkendala status lahan.

“Masih ada masalah dilahan. Kalau masyarakat bisa bertemu bupati kemungkinan bisa dituntaskan. Jika sudah tidak ada masalah progresnya bisa mencapai 95 persen. Targetnya tahun ini sudah bisa diresmikan gubernur,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Manokwari, Albert Simatupang menjelaskan, pembangunan terminal Wosi dilaksanakan dan dibiayai sepenuhnya oleh Dinas Perhubungan Papua Barat, yang mana dalam tahun anggaran 2021 pihak Pemprov telah mengusulkan pengembangannya, namun terkendala lahan.

Dimana menurut sejarahnya pada masa kepemimpinan almarhum bupati Esau Sesa, lahan tersebut telah diukur satu paket dengan pasar Wosi. Dengan ketentuan pada masa kepeimpinan alhamarhum Esau Sesa bahwa masyarakat meminta 50 unit rumah dengan fasilitas air dan listrik. Ditambah dengan pagar kuburan yang ada. Nyatanya sampai saat ini permintaan tersebut belum ditindaklanjuti oleh pemerintah. Hal tersebut yang kemudian membuat masyarakat enggan memberikan kebebasan pemerintah untuk melakukan pengembangan terminal Wosi.

Kendati demikian kata Simatupang, pada prinsipnya masyarakat pemilik hak ulayat mendukung program pembangunan pemerintah dan berharap pemerintah dapat menjawab permintaan tersebut.

“Prinsipnya masyarakat mendukung proses pembangunan maupun pengambangan terminal Wosi ini. Kesimpulannya mereka minta supaya diselesaikan dahulu baru pengambangannya dilaksanakan,” jelas Simatupang.

Selanjutnya pihaknya akan menyampaikan hasil pertemuan ini Bupati, Hermus Indou guna mendapat keputusan terbaik agar pembangunan terminal sebagai ikon Manokwari ini dapat rampung tahun ini.

“Anggaran dari provinsi sudah ada. Tuntutan prioritas, mereka sangat kecewa karena permintaan mereka belum terealisasi sehingga mereka menuntut itu. Mereka sampaikan kalau memang disetujui mereka ingin diuangkan saja karena lahan mereka tidak ada lagi,” tandasnya.(PB19)

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 13 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: