Pemkab Batasi Jumlah Pegawai yang Bekerja di Kantor

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari kembali membatasi jumlah pegawai yang bekerja dikantor. Terhitung mulai 9 September 2020 ASN dilingkup Pemkab Manokwari melaksanakan tugas kedinasan di kantor paling banyak (maksimal) 25 persen pada unit kerja OPD masing-masing.

Jam kerja ASN yang bekerja langsung dari kantor juga di batasi jam kerja hanya lima jam tanpa jam istirahat, dimulai pukul 08.00 pagi hingga 13.00 WIT. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi risiko penularan covid-19.

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran Bupati Manokwari No. 188.5/788 Tahun 2020 tentang perubahan atas surat edaran Bupati Manokwari No. 188.5/628 tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Manokwari.

Menindaklanjuti keputusan presiden No. 11 Tahun 2020 tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat, memperhatikan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi No. 67 tahun 2020.

Dimana, pimpinan perangkat daerah diminta membuat jadwal pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor dan mengirimkan kepada bupati sebagai laporan. Serta setiap perangkat daerah wajib menyediakan tempat cuci tangan, pimpinan perangkat daerah mewajibkan pegawainya memakai masker baik dalam maupun diluar ruangan, menjalankan pembatasan fisik serta tidak memberikan pelayanan  kepada masyarakat atau tamu yang tidak menggunakan masker.

Sementara untuk PAUD/TK, SD dan SMP di wilayah Kabupaten Manokwari tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap dalam bentuk tatap muka, melainkan melalui daring/modul/luring dengan memanfaatkan teknologi serta sumber daya yang ada.

“Pembatasan jumlah pegawai itu harus dilakukan, karena kasus kita sudah semakin meningkat. Kita harus seriusi dengan cermat, jangan sampai ketika di kantor menjadi kerumunan dan sangat rentan terhadap penyebaran virus. Ketika sudah berkumpul dengan teman, kemungkinan kita akan melepas masker sehingga resiko untuk tertular itu sangat tinggi,” terang (Plh) Bupati Manokwari, Edi Budoyo saat dikonfirmasi Jumlat (11/9/2020).

“Dengan meningkatnya klaster baru ini maka harus kita seriusi sehingga kasusnya tidak terus menanjak. Sayangi diri kita keluarga dan orang terdekat kita,” pungkasnya. (PB19)

***Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 14 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: