Penerapan Batas Tarif Tertinggi Antigen di Manokwari Masih Menunggu SE Bupati

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah pusat melalui Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kementrian kesehatan telah menetapkan batas tarif tertinggi pemeriksaan rapid diagnostic test antigen (RDT-Ag) sebesar Rp 99 ribu untuk wilayah pulau Jawa, Bali dan 109 ribu untuk wilayah diluar pulau Jawa, Bali.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal (dirjen) Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI No. HK 02-02/1/3065/2021 tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan rapid diagnostic  test antigen (RDT-Ag)

Untuk Kabupaten Manokwari, penetapan harga RDT-Ag atau rapid antigen masih menunggu surat edaran Bupati Manokwari.

“Setelah adanya surat edaran Menkes Dirjen Pelayanan Kesehatan yang baru nanti akan ditertibkan. Kita menunggu jika sudah ada surat edaran dari pak bupati, kita akan tertibkan sesuai surat edaran tersebut,” kata Kepala seksi pelayanan kesehatan primer sekaligus sebagai (Plh) Pelayanan Kesehatan (yankes), Samjar G. F. Manobi saat dikonfirmasi, Senin (13/9/2021).

Ia menyebutkan, ada sekira 15 klinik praktek dokter, laboratorium yang selama ini memeriksa RDT-Ag (rapid antigen) di Manokwari, yakni laboratorium (lab) Paquita, lab. Faza, lab. Kimia Farma, lab. Rapha Farma, lab. Citra, lab. Ika Farma, lab. Papua Medika, klinik BPKRI, lab. Edita dearni, praktek mandiri dr. Syamsi Rizki Gulkiankedi Kubangun, prakter mandiri dr. Ade Ismawan, prakter mandiri dr. Iwan P. Butar-butar (dua tempat praktek), prakter mandiri dr. Anna Delima Sianturi (dua tempat praktek).

Ia menegaskan, setelah surat edaran Bupati Manokwari telah diterbitkan, maka pihaknya akan segera melakukan pengawasan terhadap klinik, laboratorium dan tempat praktek dokter tersebut. Jika didapati ada yang melakukan pelanggaran, maka pihaknya akan memberikan sanksi teguran maupun tertulis bahkan hingga pencabutan izin pelayanan Covid-19

“Jika ada yang melanggar aturan, dan bisa dengan pencabutan izin pelayanan terkait Covid-19. Draftnya sudah diusulkan ke sekda. Semoga jika tidak ada perubahan minggu ini edarannya sudah bisa keluar,” pungkasnya.(PB19)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat Edisi Selasa 14 September 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: