Pengadaan Bibit Sapi Terpadu Solusi Kelangkaan Pupuk Organik

MANOKWARI, papuabaratnews.co Tahun ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manokwari, memprogramkan pengadaan bibit sapi terpadu sebanyak 10 ekor. Pengadaan sapi ini diharapkan bisa menjadi solusi kelangkaan pupuk organik di Manokwari, karena kotoran yang dihasilkan akan di olah menjadi pupuk organik.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nixon Karubaba menuturkan, beberapa kali musrenbang, banyak petani yang mengeluh tentang pupuk. Melihat hal tersebut pihaknya berinisiatif membuat pertanian terpadu dengan memelihara sapi sekaligus pembuatan pupuk dari kotoran ternak.

“Tahun ini kita akan buat di Manokwari Utara yaitu alat pengolahan pupuk organik dengan menggunakan bahan MA 11, kita akan mengolah kotoran sapi menjadi pupuk. Semoga dengan adanya alat ini bisa menjawab kebutuhan pupuk,” jelasnya belum lama ini.

Katanya, pengadaan bibit sapi terpadu merupakan hal baru dan pertama kali diprogramkan. Namun pihaknya optimis bisa berjalan lancar demi menjawab kekurangan pupuk yang ada di Manokwari.

“Kedepan kita akan melatih masyarakat lokal untuk membuat pupuk organik dari kotoran sapi, karena kuota pupuk sangat terbatas dan belum mencukupi kebutuhan petani Manokwari,” bebernya.

Adapun bibit sapi akan diambil dari Manokwari (lokal), dimana sejak adanya pandemi Covid-19 pihaknya tidak bisa melakukan pengadaan dari luar. Rencananya akan mendatangkan bibit dari luar, agar bisa mendapatkan kualitas bibit yang baik sehingga mempunyai turunan yang baik, tetapi karena Pandemi maka bibit sapi yang diambil adalah sapi lokal.

“Karena sapi di Manokwari adalah imbriding. Hal itu yang menyebabkan menurunnya kualitas bibit. Jenis sapi di Manokwari adalah sapi Bali. Makin lama turunannya makin kecil,” jelasnya.

Sementara itu, Nixon menyebutkan bahwa hingga saat ini Kabupaten Manokwari tidak memasukkan daging sapi dari luar. Pasalnya persedian stok daging sapi masih bisa mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat di Manokwari.

“Sudah ada peraturan bupati (perbup) untuk melarang menjual (sapi) ke kabupaten lain, tujuannya untuk menjaga populasi,” pungkasnya. (PB19)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 7 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: