Pengoperasian PCR Terkendala Legitimasi Kemenkes

MANOKWARI, papuabaratnews.co PCR atau polymerase chain reaction sudah terpasang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari namun belum bisa digunakan karena terkendala legitimasi dari Kementrian Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Manokwari, Alfred Bandaso mengatakan guna mendapatkan legitimasi harus dilakukan uji coba. Untuk itu pihaknya berencana akan melakukan uci coba dalam minggu ini.

“Sampelnya dari Makassar kita kirim dan akan diuji coba dengan alat PCR, rencananya percobaan dalam minggu ini dan hasilnya akan dikirim ke Jakarta untuk dicek di lab kesehatan pusat,” jelasnya.

Hasil uji PCR sangat menentukan hasil legalitas. Dimana hasil uji PCR RSUD Manokwari harus sama dengan hasil laboratorium (lab) Kemenkes, sehingga dapat mengantongi surat legalitas dari Kemenkes.

“Kalau hasilnya sama, akan ada ceklisnya dan sudah bisa digunakan. Sudah ready tinggal menunggu legitimasi Menkes berdasarkan hasil uji coba. Ada sampel virus yang positif di Makassar dan akan dikirim ke sini untuk diuji coba. Kalau hasilnya sama persis maka akan dikirim ke Jakarta untuk mendapatkan surat legalitas, hasil legal berdasarkan hasil uji coba,” ungkapnya.

Bandaso menyebutkan, adapun PCR di RSUD Manokwari memiliki kemampuan uji 90 sampel dalam sekali running.

Sedangkan untuk mengoperasikan alat PCR dibutuhkan sekiranya enam tenaga, diantaranya empat  tenaga laboratoriumnya, satu orang dokter umum dan dokter spesialis patology klinik,” tandasnya.

Sebagai informasi, PCR digunakan untuk mendiagnosis penyakit covid-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus korona. Prosedur pemeriksaan diawali dengan pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan), orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan), atau paru-paru pasien yang diduga terinfeksi virus Corona.

Pengambilan sampel dahak ini dilakukan dengan metode swab, yang prosedurnya memakan waktu sekitar 15 detik. Selanjutnya, sampel dahak akan diteliti di laboratorium. (PB19)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News, Edisi Rabu 26 Agustus 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: